Buka konten ini

KASUS dugaan penganiayaan yang melibatkan driver ojek online dan debt collector (DC) di Kecamatan Batuaji masih bergulir di Mapolsek Batuaji. Kepolisian saat ini menangani dua laporan yang diajukan masing-masing pihak setelah keributan saat proses penarikan kendaraan bermotor.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan, penyidik telah memeriksa empat orang saksi terkait insiden tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap dugaan tindak pidana penganiayaan dalam peristiwa itu.
“Laporan kedua pihak sudah diterima. Kami sudah meminta keterangan dan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi,” ujarnya, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari kesalahpahaman antara seorang driver ojek online dan debt collector saat proses penarikan kendaraan di kawasan Lapangan Planet Futsal, Batuaji. Motor yang digunakan driver tersebut disebut menunggak cicilan selama lima bulan.
Menurut Bayu, pihak kepolisian sempat melakukan upaya mediasi untuk meredam situasi di lokasi kejadian. Namun, suasana kembali memanas setelah kedua kelompok tersulut emosi hingga terjadi keributan lanjutan.
“Kami lakukan mediasi. Tapi karena kedua kelompok ramai, kembali terjadi keributan dan adanya singgungan antar kelompok,” katanya.
Meski demikian, Bayu menegaskan pihaknya akan menangani kedua laporan tersebut secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Penyelidikan masih berlangsung. Perkembangannya akan segera kami sampaikan,” tegasnya.
Sebelumnya, keributan antara Komunitas Andalan Driver Online (Komando) dan sejumlah debt collector terjadi di kawasan Batuaji, Minggu (17/5) malam. Insiden itu dipicu upaya penarikan sepeda motor milik seorang driver ojek online di kawasan Lapangan Planet Futsal.
Situasi yang semula melibatkan pihak debt collector dan pemilik kendaraan kemudian meluas setelah rekan-rekan driver online lainnya datang ke lokasi. Ketegangan pun tak terhindarkan hingga berujung dugaan saling penganiayaan dan pelaporan dari kedua belah pihak ke kepolisian. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO