Buka konten ini

MEDAN (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara (Sumut) pada 19 hingga 22 Mei 2026 yang berisiko mengganggu aktivitas pelayaran dan nelayan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, mengatakan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias yang mendukung pertumbuhan pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara.
“Angin di wilayah perairan Sumatera Utara pada umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 6 sampai 22 knot,” ujarnya di Medan, Senin (18/5).
BMKG mengingatkan kondisi tersebut berisiko bagi nelayan yang menggunakan perahu apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Selain itu, kapal tongkang juga dinilai berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Sementara itu, Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Paramitha, menyebutkan cuaca di Sumatera Utara pada Selasa (19/5) masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan potensi hujan ringan di Nias Selatan dan Nias Utara.Sedangkan pada siang hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di wilayah Langkat, Samosir, dan Simalungun.
Adapun malam hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di Langkat dan Asahan, sementara dini hari diprakirakan berawan disertai hujan ringan di Langkat, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah pegunungan, lereng timur, pantai timur, dan pantai barat Sumatera Utara,” katanya.
Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh juga memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Aceh hingga 19 Mei 2026.
Prakirawan BMKG Aceh, Muhammad Niza Andria, mengatakan cuaca ekstrem berpotensi melanda Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.
Pada Senin (18/5), hujan lebat dan angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Aceh Tenggara.
Sedangkan pada Selasa (19/5), potensi cuaca buruk diperkirakan melanda Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Simeulue, dan Kota Sabang.
Menurut Niza, kondisi tersebut dipicu adanya daerah belokan angin dan konvergensi serta hangatnya suhu muka laut di perairan barat dan timur Sumatera yang meningkatkan penguapan dan pembentukan awan hujan.
“Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun berkendara dalam kondisi cuaca buruk. (*)
Laporan : JP GROUP – ANTARA
Editor : RATNA IRTATIK