Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Bea Cukai Batam memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah, terutama pelabuhan dan bandara, guna menekan masuknya narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) dari luar negeri. Langkah ini diambil menyusul maraknya pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan jaringan internasional.
Kepala Kantor Bea Cukai Batam Agung Widodo melalui Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Setiawan Rosyidi menegaskan bahwa peningkatan kewaspadaan terus dilakukan, khususnya di titik-titik rawan yang menjadi jalur masuk barang ilegal.
Menurut Setiawan, pengawasan dilakukan secara ketat dan berlapis dengan memadukan teknologi serta pemeriksaan manual terhadap barang dan penumpang. Pelabuhan internasional dan bandara menjadi fokus utama karena merupakan jalur strategis perlintasan dari luar negeri.
“Bea Cukai Batam terus melakukan pengawasan terhadap NPP di pintu-pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara. Ini menjadi prioritas kami dalam mencegah masuknya narkotika ke wilayah Indonesia, khususnya Batam,” ujarnya, Senin (4/5).
Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan melalui sinergi lintas instansi. Bea Cukai Batam menjalin kerja sama erat dengan TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memperkuat pengawasan sekaligus penindakan terhadap jaringan penyelundup.
“Kami juga memiliki perjanjian kerja sama dengan TNI, Polri, dan BNN yang selalu terjalin erat. Sinergi ini membuktikan bahwa pemerintah bersatu memerangi penyelundupan narkoba,” kata Setiawan.
Penguatan pengawasan ini sejalan dengan sejumlah pengungkapan kasus narkotika dalam dua bulan terakhir. Satres Narkoba Polresta Barelang bersama Bea Cukai dan instansi terkait berhasil membongkar beberapa kasus besar.
Dari pengungkapan tersebut, aparat menyita sabu seberat 1.075 gram serta 1.931 cartridge vape yang mengandung zat narkotika. Barang bukti itu diketahui mayoritas berasal dari Malaysia dan masuk melalui jalur pelabuhan.
Selain itu, sebanyak 13 tersangka telah diamankan dan kini menjalani proses hukum. Fakta ini menunjukkan bahwa Batam masih menjadi salah satu target utama jaringan internasional dalam penyelundupan narkotika.
Sebagai bentuk komitmen penegakan hukum, seluruh barang bukti telah dimusnahkan oleh Polresta Barelang menggunakan insinerator. Langkah ini menegaskan keseriusan aparat dalam menutup celah peredaran narkoba sekaligus memperkuat pengawasan di pintu masuk Batam. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO