Buka konten ini

LEBIH dari 800 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai diterjunkan ke lapangan untuk menyisir seluruh bangunan dan mendata aktivitas ekonomi di Kota Batam. Pendataan dilakukan secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) sebagai bagian dari agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi di Batam telah bergulir sejak 15 Juni lalu dan dijadwalkan rampung pada 31 Agustus 2026.
”Seluruh petugas sudah mulai turun ke lapangan untuk menyisir dan mendata setiap bangunan usaha di Batam. Insya Allah, kegiatan pendataan ini berlangsung hingga akhir Agustus mendatang,” ujar Eko, Minggu (28/6).
Melalui sensus ini, BPS Kota Batam membidik target pendataan terhadap lebih dari 400 ribu keluarga dan pelaku usaha. Cakupan pendataan tersebut meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi atau perusahaan berskala besar.
Untuk mengantisipasi penolakan di lapangan, Eko menjelaskan bahwa setiap petugas sensus telah dibekali dengan atribut resmi yang lengkap. Mulai dari surat tugas formal, kartu identitas (name tag), rompi khusus, hingga peta wilayah kerja. Atribut ini wajib dikenakan sebagai jaminan legalitas bagi masyarakat.
”Kelengkapan ini penting agar masyarakat dan pelaku usaha merasa aman serta yakin bahwa yang datang adalah petugas resmi di bawah naungan BPS,” tambahnya.
Dinamika Lapangan dan Tantangan Sensus
Kendati persiapan telah matang, Eko mengakui pelaksanaan Sensus Ekonomi di Batam tidak luput dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah masih perlunya perluasan sosialisasi agar masyarakat memahami arti penting Sensus Ekonomi sebagai fondasi penyusunan kebijakan ekonomi wilayah maupun pemetaan ekonomi keluarga.
Di samping itu, karakteristik Batam sebagai kota industri dengan jumlah pelaku usaha yang sangat tinggi dan dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi akurasi data. Petugas di lapangan dituntut ekstra jeli demi memastikan tidak ada satu pun unit usaha yang terlewat atau tidak terdata (undercoverage).
Oleh karena itu, BPS Kota Batam sangat mengharapkan sinergi dan dukungan penuh dari seluruh elemen. Mulai dari pemerintah daerah, perangkat RT/RW, instansi vertikal, hingga para pelaku usaha itu sendiri agar Sensus Ekonomi 2026 di Batam dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang akurat. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : Ratna Irtatik