Buka konten ini

PROYEK pembangunan jaringan distribusi air bersih untuk memperkuat layanan ke wilayah Batuampar dan Bengkong terus menunjukkan progres di lapangan, di tengah krisis air bersih yang masih dialami warga, khususnya di Tanjung Sengkuang yang telah memasuki hari ke-100.

Sejumlah pipa berukuran besar kini terlihat terpasang di median jalan, mulai dari kawasan flyover hingga Sukajadi. Pemasangan ini menjadi bagian dari jalur utama distribusi yang tengah dikerjakan.
Tak hanya itu, sambungan pipa berukuran lebih kecil juga mulai terpasang hingga ke simpang depan Kodim, menandakan pengerjaan proyek telah bergerak ke titik distribusi lanjutan.
Pembangunan jaringan ini merupakan bagian dari proyek strategis Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat sistem distribusi air bersih, terutama di kawasan yang selama ini kerap mengalami gangguan pasokan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut progres pekerjaan berjalan sesuai tahapan kontrak yang telah ditetapkan. Ia memastikan target distribusi air ke wilayah Bengkong dan Batuampar tetap diupayakan mulai Agustus mendatang.
“Target Agustus itu sudah kami sampaikan sebelumnya. Semoga tidak ada halangan di lapangan,” ujarnya, Senin (3/5).
Ia menambahkan, pihaknya masih berpedoman pada jadwal yang ada dan belum menetapkan percepatan target penyelesaian proyek.
Secara teknis, pembangunan jaringan ini terbagi dalam dua paket pekerjaan.
Paket pertama adalah segmen Central Sukajadi–Awal Bros (M3G) yang berlangsung mulai 14 April hingga 10 September 2026. Sementara paket kedua yakni segmen Simpang Jam–Tangki Ozon–Bukit Senyum yang dimulai sejak 7 April dan dijadwalkan rampung pada 3 Oktober 2026.
Kedua proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat distribusi air bersih, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan Bengkong hingga Batuampar.
Seratus Hari Tanpa Air Mengalir
Di sisi lain, krisis air bersih di Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Selama lebih dari tiga bulan, warga masih bergantung pada suplai air menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aktivitas dasar seperti mandi, memasak, hingga mencuci harus disesuaikan dengan jadwal kedatangan mobil tangki di lingkungan masing-masing.
Pada Minggu (3/5), Polresta Barelang melalui Polsek Batuampar kembali melakukan monitoring sekaligus pengamanan distribusi air bersih di hari ke-100 di wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Merah.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa kehadiran aparat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Kami memastikan pendistribusian air bersih ini berjalan lancar dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada hari ke-100, distribusi air di Tanjungsengkuang mencapai 118 tangki yang disalurkan ke sejumlah RW terdampak. Sementara di Kelurahan Batumerah, sebanyak 34 tangki air juga didistribusikan secara bertahap dengan pengawasan aparat.
Meski distribusi berjalan lancar, warga menilai bantuan tersebut hanya bersifat sementara. Mereka berharap proyek pembangunan jaringan air bersih dapat segera rampung agar pasokan kembali normal.
Suhardi, warga Tanjungsengkuang, berharap krisis ini segera berakhir. “Sudah 100 hari kami bergantung pada mobil tangki. Kami berharap air bisa kembali normal, karena ini kebutuhan utama kami sehari-hari,” ujarnya.
Polsek Batuampar menyatakan akan terus mengawal proses pendistribusian selama krisis berlangsung. Hingga seluruh rangkaian distribusi hari ke-100 selesai sekitar pukul 00.00 WIB, situasi terpantau aman dan tertib.
Namun demikian, warga menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap menjadi harapan utama agar krisis air bersih tidak terus berlarut. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO