Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Bank OCBC NISP Tbk mengumumkan akuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) milik PT Bank HSBC Indonesia. Transaksi tersebut mencakup pengalihan aset dan liabilitas layanan retail banking serta wealth management HSBC di Indonesia.
Dalam siaran persnya, OCBC Indonesia menyebut total aset kelolaan atau asset under management (AUM) yang dialihkan mencapai Rp89,8 triliun. Nilai tersebut terdiri atas investasi nasabah di obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp58,2 triliun serta simpanan nasabah sekitar Rp31,6 triliun.
Selain itu, transaksi juga mencakup portofolio small retail loans senilai Rp3,6 triliun. OCBC menyebut nilai akhir transaksi masih akan difinalisasi setelah proses penyelesaian rampung.
Akuisisi ini diperkirakan akan menambah lebih dari 336 ribu nasabah ke OCBC Indonesia. Basis nasabah tersebut sebelumnya dilayani melalui 26 cabang HSBC di Indonesia.
OCBC menilai langkah tersebut akan memperluas bisnis wealth management perusahaan di Indonesia. Setelah transaksi selesai, aset kelolaan OCBC Indonesia disebut diperkirakan meningkat sekitar 25 persen.
Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja mengatakan akuisisi itu menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi perusahaan di segmen wealth management. Menurut dia, bisnis IWPB HSBC memiliki basis nasabah dan layanan yang dinilai melengkapi bisnis OCBC di Indonesia.
“Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia,” kata Parwati dalam keterangan resmi perusahaan.
Transaksi tersebut juga akan menambah sekitar 1.300 karyawan ke dalam bisnis wealth management OCBC Indonesia. Perusahaan menyebut langkah itu diharapkan memperkuat layanan pengelolaan kekayaan dan private banking yang terintegrasi dengan jaringan OCBC Group.
OCBC memperkirakan proses penyelesaian transaksi rampung pada kuartal II 2027. Perusahaan menyatakan akan bekerja sama dengan HSBC Indonesia untuk memastikan proses migrasi nasabah dan karyawan berjalan lancar selama masa transisi. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI