Buka konten ini

DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk mempertimbangkan sekolah swasta sebagai pilihan utama dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026, guna memberi ruang lebih besar bagi siswa kurang mampu mengakses sekolah negeri.
Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan daya tampung sekolah negeri di Batam masih belum sebanding dengan jumlah calon peserta didik baru setiap tahunnya.
Berdasarkan proyeksi Disdik, jumlah calon siswa baru jenjang SD dan SMP tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 24 ribu siswa. Sementara kapasitas sekolah negeri hanya berkisar 11 ribu hingga 12 ribu siswa.
Dengan kondisi tersebut, sekitar separuh calon peserta didik dipastikan harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Karena itu, Hendri mengimbau masyarakat yang secara ekonomi mampu agar tidak hanya berfokus pada sekolah negeri, tetapi mulai menjadikan sekolah swasta sebagai alternatif utama.
“Kami berharap masyarakat yang mampu bisa memilih sekolah swasta, sehingga sekolah negeri bisa lebih banyak diakses oleh keluarga yang membutuhkan,” ujar Hendri.
Menurutnya, pemerataan akses pendidikan perlu dibangun melalui kesadaran bersama, terutama dalam memberikan kesempatan lebih besar bagi keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan di sekolah negeri.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Bantuan tersebut diberikan kepada siswa yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kategori desil 1 hingga desil 5 untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Untuk jenjang SD, subsidi yang diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan jenjang SMP sebesar Rp400 ribu per bulan.
“Jika ada siswa yang tidak bisa masuk sekolah negeri sesuai sistem dan berasal dari keluarga kurang mampu, maka akan kita bantu biaya sekolahnya di sekolah swasta,” jelasnya.
Sementara itu, pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2026 di Batam tetap menggunakan sistem pendaftaran secara daring. Disdik mengimbau masyarakat mendaftarkan anak sesuai domisili agar proses seleksi berjalan sesuai ketentuan.
Dengan kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta, Disdik berharap seluruh anak usia sekolah di Batam tetap memperoleh akses pendidikan yang merata tanpa terkendala kuota maupun biaya. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO