Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Karimun mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada pemerintah pusat guna meningkatkan kualitas dan prestasi pendidikan di daerah.
Kepala Dikbud Karimun, Grandy Tuerah R, mengatakan rencana tersebut muncul setelah pihaknya mengikuti forum konsolidasi nasional bersama dinas pendidikan kabupaten/kota se-Indonesia beberapa waktu lalu.
“Dari forum itu kami mengetahui adanya program SNT. Kemudian kami menyiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan,” ujar Grandy, Minggu (26/4).
Ia menjelaskan, pembangunan SNT membutuhkan lahan minimal seluas 20 hektare. Di atas lahan tersebut akan dibangun jenjang pendidikan lengkap mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk fasilitas pendukung seperti sarana olahraga dan kolam renang.
Seluruh pembiayaan pembangunan SNT direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Untuk lahan, saat ini sudah tersedia di Kecamatan Tebing, Pulau Karimun. Di lokasi tersebut sudah ada SMP dan SMA, sehingga tinggal pembangunan SD serta sarana pendukung lainnya,” jelasnya.
Grandy menambahkan, berkas usulan pembangunan SNT telah disiapkan dan telah melalui proses verifikasi.
Ia juga menyampaikan bahwa rencana tersebut telah dipaparkan saat kunjungan Komisi X DPR RI ke Karimun beberapa waktu lalu.
“Pada prinsipnya mendapat dukungan karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia di Karimun,” katanya.
Untuk anggaran, Dikbud Karimun mengusulkan kebutuhan dana berkisar Rp200 hingga Rp300 miliar yang bersumber dari APBN.
Saat ini, pihaknya masih menunggu proses validasi dari pemerintah pusat. Jika disetujui, pembangunan SNT diharapkan dapat direalisasikan dalam tahun ini.
“Kita berharap Karimun menjadi salah satu daerah yang mendapat realisasi program tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY