Buka konten ini

JOGJAKARTA (BP) – Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia harus memupus ambisi untuk meraih gelar juara Proliga pertama kalinya. Meski selalu menang lawan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di babak reguler, mereka justru keok saat final four dan grand final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Jogjakarta.
Menurut pelatih Phonska Plus Alessandro Lodi, kehadiran Irina Voronkova di Pertamina jadi pembeda. Sejak Voronkova gabung di babak final four, Phonska belum sekalipun meraih kemenangan dalam empat laga melawan Pertamina.
“Ceritanya sangat sederhana. Voronkova mengubah tim ini (Pertamina),” kata Lodi. “Dan terutama bukan karena seberapa bagus dia, penampilannya jelas luar biasa. Tetapi yang terpenting adalah dia sangat bagus sehingga performa semua pemain juga meningkat,” tuturnya.
Ya, menurut Lodi, kehadiran Voronkova membuat kepercayaan diri pemain Pertamina meningkat. Sebab, outside hitter asal Rusia itu bisa melakukan hampir semua hal di lapangan. Mulai menyerang, bertahan, hingga memberi arahan ke pemain lain.
“Semua pemain (Pertamina) tahu dia (Voronkova) yang menopang mereka. Semua pemain memiliki kekuatan ekstra ini, mereka akhirnya juga lebih rileks. Mereka tahu mereka akan menang,” beber Lodi.
Lebih lanjut, Lodi menyebut jika Phonska musim ini sebenarnya bisa mengalahkan tim yang diperkuat pemain dunia. Seperti misalnya Jakarta Electric PLN yang menghadirkan Kara Bajema dan Neriman Ozsoy, atau Pertamina yang saat babak reguler merekrut Yana Shcherban.
Namun, Voronkova yang datang menggantikan Shcherban, berada di level yang benar-benar berbeda. “Ada alasan mengapa dia (Voronkova) menjadi salah satu pemain terbaik di dunia selama tujuh atau delapan tahun terakhir,” puji Lodi.
“Scherban bukan pemain yang buruk, dia adalah pemain inti di Liga Serie A1 (Italia). Tetapi ketika kami menghadapi (Wilma) Salas dan Voronkova, para pemain ini membuat timnya tak terkalahkan. Kami harus memberi hormat dan mengakui (kekalahan).” (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO