Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah akan memulai pembangunan (groundbreaking) lima proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah titik di Indonesia pada Juni mendatang. Jika rampung, seluruh proyek ini diharapkan dapat mengolah lebih dari 7.000 ton sampah per hari.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebutkan bahwa kelima proyek tersebut akan berlokasi di Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya.
Ia mengatakan bahwa proyek di Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, dan Denpasar Raya merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Sementara itu, proyek di Bandung Raya merupakan mandat Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.
”Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (22/4).
Qodari mengatakan bahwa groundbreaking ini diharapkan dapat mendukung target pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi di 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 2029. Jika seluruhnya terealisasi, kapasitas pengolahan sampah menjadi energi dapat mencapai 33.000 ton per hari, atau setara hampir 23 persen dari total timbulan sampah nasional pada 2029.
Ia menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya mengatasi krisis pengolahan sampah, yang saat ini mencapai 141.296 ton per hari, tetapi juga mendukung transisi energi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan (EBT).
”Ini menegaskan komitmen pemerintah melalui PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular,” pungkas dia.
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo Surabaya, kolaborasi PLN dan Pemkot Surabaya menjadi percontohan nasional. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI