Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai memperkuat upaya pembenahan pengelolaan sampah yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada penambahan fasilitas, pemerintah juga menekankan pentingnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, menegaskan bahwa perbaikan sistem pengelolaan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat.
“Saya ingin bagaimana membangun kesadaran masyarakat supaya mereka mau membuang sampah pada TPS atau tempat yang sudah kita sediakan,” ujar Dohar, Kamis (23/4) siang.
Saat ini, DLH mencatat terdapat sekitar 1.700 titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah Batam. Dari jumlah tersebut, sebagian akan ditata ulang agar lebih layak, bersih, dan tidak menimbulkan dampak lingkungan.
Perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup peningkatan standar fasilitas. DLH akan membangun landasan TPS dengan perkerasan beton agar area pembuangan lebih mudah dibersihkan setelah proses pengangkutan sampah.
Selain itu, penataan juga meliputi pemindahan sejumlah titik TPS agar tidak mengganggu akses jalan dan lingkungan sekitar, penambahan bin kontainer di lokasi strategis, serta pembersihan rutin untuk mencegah bau tidak sedap.
“Titik-titik TPS ini akan kita rapikan. Kita buat tempatnya lebih layak, supaya setelah sampah diangkut tidak meninggalkan bau dan tidak mengganggu pengguna jalan,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, Pemerintah Kota Batam juga akan menambah 100 unit bin kontainer pada tahun 2026. Kontainer tersebut akan ditempatkan di TPS yang padat aktivitas dan rawan penumpukan sampah.
Meski demikian, Dohar menegaskan bahwa penambahan fasilitas tidak akan berdampak maksimal jika tidak diiringi perubahan perilaku masyarakat.
“Percuma kita siapkan fasilitas kalau masih buang sampah sembarangan. Ini harus sama-sama kita jaga,” tegasnya.
Di sisi pelayanan, DLH juga melakukan peningkatan sistem pengangkutan sampah. Jika sebelumnya pengangkutan dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu di beberapa kawasan, kini ditargetkan menjadi setiap hari atau maksimal satu kali dalam dua hari.
“Artinya pelayanan kita tingkatkan. Pemerintah mengangkut dari TPS ke TPA, tapi masyarakat juga harus disiplin buang di tempatnya,” ujar Dohar.
Sejumlah kawasan permukiman seperti Bouverly dan beberapa perumahan lain telah mulai menerapkan pola pengangkutan harian. DLH menargetkan sistem ini dapat diperluas secara bertahap ke seluruh wilayah Batam.
Selain itu, DLH juga menggandeng perangkat RT dan RW untuk memperkuat pengawasan di tingkat lingkungan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah pembuangan sampah liar di pinggir jalan maupun lahan kosong.
Dohar mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menyangkut estetika kota dan kesehatan lingkungan.
“Kalau sampah dibuang sembarangan, bukan hanya bau, tapi juga merusak wajah kota dan bisa berdampak pada kesehatan,” katanya.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Pemko Batam berharap pengelolaan sampah yang selama ini menjadi sorotan dapat semakin membaik melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Saya harap ini jadi kerja bersama. Pemerintah berbenah, masyarakat juga ikut berubah. Kalau dua-duanya jalan, Batam bisa jadi kota yang benar-benar bersih,” tutupnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO