Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas penyimpangan melalui deklarasi Zero Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba), Senin (20/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Deklarasi yang digelar di lingkungan Lapas Batam tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, dan diikuti jajaran pejabat manajerial, petugas, hingga peserta magang. Kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan ikrar serta penandatanganan komitmen bersama.
Dalam arahannya, Yosafat menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kita ingin memastikan tidak ada lagi handphone ilegal, pungutan liar, maupun peredaran narkoba di dalam lapas. Semua harus bergerak bersama,” ujar Yosafat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada integritas seluruh jajaran, mulai dari pimpinan hingga petugas di lapangan. Menurutnya, budaya kerja yang bersih dan profesional menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang akuntabel.
“Integritas itu tidak bisa ditawar. Kalau ingin lapas bersih, maka semua harus konsisten menjalankan aturan,” katanya.
Para pejabat manajerial juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat pengawasan internal serta melakukan evaluasi berkala agar implementasi Zero Halinar berjalan efektif.
Sementara itu, petugas di lapangan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kegiatan tersebut juga melibatkan peserta magang yang diberi pemahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai antisipasi penyimpangan sejak dini.
Melalui deklarasi ini, Lapas Batam tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap program kementerian, tetapi juga menegaskan langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik Halinar. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO