Buka konten ini

PADA masa perjuangan Raden Ajeng Kartini pada abad ke-19, perempuan Indonesia mengandalkan bahan-bahan alami untuk menjaga kesehatan kulit dan kecantikan mereka.
Meski belum mengenal produk perawatan modern atau tren skincare yang berlapis-lapis, para perempuan kala itu memiliki rangkaian ritual kecantikan tersendiri.
Menariknya, seluruh bahan yang digunakan diolah secara tradisional tanpa campuran zat kimia. Proses pembuatan hingga cara penggunaannya pun relatif sederhana dan mudah diterapkan.
Berikut beberapa ritual kecantikan khas era Kartini yang masih bisa dilakukan di rumah:
Lulur Kuning Jawa
Lulur bukan sekadar bagian dari rutinitas mandi, tetapi juga menjadi ritual penting untuk membersihkan sekaligus merawat tubuh sebagai bentuk penghargaan diri.
Salah satu yang populer di kalangan bangsawan saat itu adalah lulur kuning Jawa atau temu giring. Lulur ini dipercaya membantu mencerahkan kulit serta mengangkat sel kulit mati.
Cara membuatnya cukup praktis. Temu giring, kunyit, daun kemuning, dan sedikit tepung beras ditumbuk hingga menjadi pasta. Setelah itu, oleskan ke tubuh, diamkan hingga setengah kering, lalu gosok perlahan sebelum dibilas dengan air.
Air Mawar untuk Wajah Segar
Perempuan di masa itu juga merawat wajah dengan air rendaman bunga, terutama mawar dan melati.
Di masa kini, cara ini masih bisa diterapkan dengan sedikit penyesuaian. Cukup rendam kelopak mawar organik dan melati dalam air mineral, lalu simpan semalaman di dalam kulkas.
Air rendaman tersebut dapat digunakan setelah membersihkan wajah, baik pagi maupun malam hari.
Sensasi dinginnya membantu menyegarkan kulit, mengecilkan pori-pori, serta meredakan stres pada wajah.
Minyak Alami untuk Rambut Sehat
Rambut hitam berkilau yang identik dengan perempuan zaman dahulu tidak lepas dari penggunaan minyak alami, seperti minyak kelapa dan cem-ceman.
Jika dahulu dibuat secara manual, kini produk serupa mudah ditemukan di pasaran. Cara penggunaannya pun sederhana, yakni dioleskan sebelum keramas sambil dipijat ringan, kemudian didiamkan sekitar 30 menit sebelum dibilas.
Selain itu, minyak juga bisa digunakan sebagai hair oil dengan mengoleskan sedikit pada ujung rambut yang masih lembap. Perawatan ini membantu menjaga kekuatan rambut serta memberikan kilau alami.
Ritual-ritual sederhana tersebut menunjukkan bahwa perawatan diri tidak selalu harus rumit.
Dengan menggunakan bahan alami dan cara yang praktis (tradisional) perempuan-perempuan di era Kartini telah membuktikan kecantikan bisa dirawat secara efektif sejak dulu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO