Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bergerak cepat merespons insiden keracunan yang menimpa ratusan pelajar dengan melakukan inspeksi ke tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (19/4).
Tiga dapur yang ditinjau yakni Dapur MBG Anambas Inn di Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Dapur MBG Air Asuk di Kecamatan Siantan Tengah, serta Dapur MBG Piabung di Kecamatan Palmatak.
Peninjauan dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti.
Yosei menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan respons cepat pemerintah untuk memastikan kondisi di lapangan, baik terkait penanganan korban maupun pengelolaan dapur MBG.
“Kami datang ke Anambas untuk memastikan langsung kondisi di lapangan, baik dari sisi korban maupun pengelolaan dapur MBG,” ujarnya.
Setibanya di Anambas, tim terlebih dahulu meninjau kondisi para pelajar yang terdampak. Hasilnya, sebagian korban dilaporkan telah pulih dan kembali beraktivitas.
“Kita langsung melihat kondisi korban terlebih dahulu. Alhamdulillah sudah ada yang pulih dan beraktivitas seperti semula,” katanya.
Selain itu, tim juga melakukan evaluasi terhadap standar operasional dapur, khususnya di Air Asuk yang diduga menjadi sumber keracunan.
Menurut Yosei, pengelolaan dapur MBG wajib mengikuti standar ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.
“Kami mengingatkan seluruh proses harus memenuhi prinsip higienitas dan keamanan pangan, termasuk suhu penyimpanan, kebersihan alat, serta kualitas bahan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pengawasan internal dari pengelola dapur agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran serius. Pengelola harus lebih teliti, mulai dari penerimaan bahan, proses memasak, hingga distribusi makanan ke siswa,” lanjutnya.
Kepada dapur MBG lain yang tidak terdampak, seperti Anambas Inn dan Piabung, Yosei tetap mengingatkan agar tidak lengah.
“Kami minta dapur yang belum ada kasus tetap berhati-hati. Jangan sampai lengah, karena ini menyangkut kesehatan banyak anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan makanan matang sempurna, tidak terkontaminasi, serta didistribusikan dalam kondisi layak konsumsi.
Selain pengawasan, peningkatan kapasitas tenaga dapur juga dinilai penting melalui pelatihan rutin terkait keamanan pangan dan gizi.
“Ke depan, pengelola dapur harus benar-benar serius menyediakan makanan bergizi, aman, dan sesuai standar,” ucap Yosei.
Ia menegaskan, program MBG merupakan program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak, sehingga pelaksanaannya tidak boleh dilakukan sembarangan.
“Program ini sangat baik, tapi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan dampak buruk,” katanya.
Pemprov Kepri memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh dapur MBG di wilayahnya agar insiden serupa tidak kembali terjadi. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY