Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Tren belanja berbasis konten kian mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Momentum ini dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan, termasuk pada kategori elektronik yang mencatat lonjakan signifikan selama periode kampanye Ramadan 2026.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp96,7 triliun pada Februari 2026. Capaian tersebut dipengaruhi tren belanja berbasis konten yang semakin diminati masyarakat.
Perkembangan ini mendorong pelaku usaha menyesuaikan strategi pemasaran. Melalui pendekatan yang menggabungkan konten kreatif dan kampanye tematik, sejumlah penjual di platform digital mampu mengoptimalkan momentum, terutama pada periode dengan trafik tinggi seperti Ramadan.
Salah satu contohnya terlihat dalam kampanye belanja di Tokopedia dan TikTok Shop selama Ramadan 2026. Kategori elektronik menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan menonjol. Peningkatan ini didorong kombinasi strategi, mulai dari peluncuran produk baru, pemanfaatan fitur promosi, hingga penguatan distribusi dan layanan kepada konsumen.
“Berkat kampanye tersebut, kami mencatat peningkatan jumlah pesanan dan nilai transaksi masing-masing sebesar 175 persen dan 212 persen. Kinerja ini didukung peluncuran empat produk TV terbaru, termasuk seri 55V6D AI 4K HDR Google TV, dengan rentang harga dari entry-level hingga high-end, melalui konten yang konsisten dari sisi durasi dan frekuensi,” ujar perwakilan TCL Indonesia.
Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah merek elektronik lainnya yang turut memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan penjualan.
Di sisi lain, pendekatan multikanal melalui video singkat dan siaran langsung dinilai semakin efektif dalam menjangkau konsumen. Selain meningkatkan visibilitas, strategi ini juga mampu mendorong konversi penjualan, terutama untuk produk dengan nilai relatif tinggi.
Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menjelaskan melalui ekosistem terintegrasi, platform yang dikelolanya membantu pelaku usaha mengubah interaksi konten menjadi transaksi.
“Dukungan berupa kekuatan penemuan dan komunitas yang disinergikan dengan fitur, kampanye, serta wawasan pasar dari Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan brand merancang strategi yang lebih efektif dalam menjangkau konsumen, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Stephanie. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI