Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk memanfaatkan program strategis nasional sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Program strategis nasional adalah pengungkit kemajuan di daerah, dengan catatan kepala daerah menjemput bola, mengawal, dan mengambil inisiatif,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jambi yang mengusung tema akselerasi produktivitas investasi dan hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Dalam arahannya, Bima menegaskan bahwa program strategis nasional tidak seharusnya dipandang sebagai beban bagi daerah. Sebaliknya, program tersebut perlu dioptimalkan agar memberi dampak nyata terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini terus mendorong berbagai program prioritas lintas sektor, mulai dari layanan dasar hingga penguatan ekonomi. Jika dikelola secara optimal oleh pemda, program-program tersebut berpotensi memberikan efek pengganda bagi pertumbuhan daerah.
Bima juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global perlu disikapi sebagai peluang untuk melakukan transformasi. Pemda, kata dia, harus mampu mengubah pola kerja menjadi lebih efektif dan adaptif agar dapat menangkap peluang di tengah ketidakpastian global.
“Di sinilah kualitas kepemimpinan kepala daerah diuji, apakah mampu melihat peluang atau justru merasa terbebani,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti potensi ekonomi Jambi, termasuk sektor perkebunan seperti kelapa yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.
Bima berharap, dengan soliditas dan optimalisasi potensi yang dimiliki, Provinsi Jambi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengimplementasikan program prioritas nasional sebagai pengungkit kemajuan daerah. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO