Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Setelah keberhasilan misi Artemis II, NASA langsung mengalihkan fokus ke tahap berikutnya. Misi Artemis III dijadwalkan menguji penyambungan (docking) kapsul Orion dengan wahana pendarat di orbit Bumi pada 2027.
Uji ini menjadi penentu kesiapan sistem sebelum pendaratan manusia berikutnya di Bulan, sekaligus membuka persaingan antara Elon Musk dan Jeff Bezos dalam proyek lanjutan Artemis IV.
Misi Artemis II sendiri menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan setelah lebih dari 50 tahun. Selain mencatat tonggak teknis, seperti pengamatan sisi jauh Bulan dan rekor jarak tempuh awak, misi ini juga meningkatkan tekanan terhadap tahap berikutnya yang lebih kompleks.
Dilansir dari Fortune, Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan dimensi global dari program tersebut. Ia menyebut Artemis sebagai simbol kebangkitan ambisi eksplorasi manusia di luar Bumi.
Sementara itu, Direktur penerbangan masuk, Rick Henfling, menekankan urgensi misi selanjutnya. “Misi berikutnya sudah di depan mata,” ujarnya.
Berbeda dari tahap sebelumnya, Artemis III difokuskan pada uji pertemuan dan penyambungan di orbit Bumi sebagai bagian dari validasi sistem. Pendekatan ini mengacu pada keberhasilan Apollo 9 dalam menguji skenario serupa guna meminimalkan risiko kegagalan sebelum misi ke orbit Bulan.
Di sisi lain, kompetisi sektor swasta kian mengemuka. SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos bersaing menyiapkan wahana pendarat masing-masing, yakni Starship dan Blue Moon.
Kedua proyek tersebut diposisikan sebagai kandidat utama dalam kontrak Artemis IV, yang akan menjadi pintu masuk pendaratan lanjutan di Bulan.
Artemis IV sendiri dirancang menargetkan wilayah kutub selatan Bulan, kawasan strategis yang diyakini menyimpan cadangan es dalam jumlah besar di kawah yang tidak pernah terkena sinar Matahari. Es tersebut berpotensi diolah menjadi air dan bahan bakar, sebagai fondasi pembangunan pangkalan permanen manusia di Bulan.
Nilai proyek ini diperkirakan mencapai 20 hingga 30 miliar dolar AS, atau sekitar Rp341,8 triliun hingga Rp512,7 triliun. Dengan skala tersebut, persaingan antara Musk dan Bezos tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga menyangkut dominasi ekonomi dalam ekosistem antariksa masa depan.
Dari sisi kesiapan teknis, sejumlah perangkat docking untuk Artemis III telah tersedia di Kennedy Space Center. Versi terbaru Starship juga mendekati tahap uji terbang di Texas Selatan, sementara Blue Moon dijadwalkan menjalani uji pendaratan dalam waktu dekat.
Lebih dari sekadar teknologi, program Artemis juga membawa pendekatan baru dalam komunikasi publik. Isaacman menggambarkan kru Artemis II sebagai komunikator yang kuat, bahkan hampir seperti penyair, menegaskan bahwa eksplorasi antariksa kini juga dibingkai sebagai narasi kemanusiaan.
Dengan Artemis III sebagai tahap validasi dan Artemis IV sebagai fase implementasi, arah eksplorasi Bulan kini semakin jelas: kolaborasi sekaligus kompetisi antara negara dan sektor swasta dalam membuka babak baru kehadiran manusia di luar Bumi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY