Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan merespons cepat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Penyelamatan warga terdampak ditegaskan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, arahan tersebut menekankan pentingnya layanan cepat dan tanggap di lapangan.
“Sesuai arahan Presiden, kita harus memberikan layanan yang sangat cepat. Penyelamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (2/4).
Selain itu, pemerintah juga diminta segera melakukan pendataan korban serta kerusakan infrastruktur. Data yang akurat dinilai krusial untuk mempercepat proses evakuasi dan memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
“Pada tahap awal ini, pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban harus dilakukan secepat mungkin, serta memastikan mereka mendapat pelayanan terbaik,” kata Pratikno.
Ia menambahkan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara hati-hati sesuai prosedur. Bencana ini juga dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi risiko gempa.
“Masyarakat perlu memahami risiko gempa dan cara menyelamatkan diri,” ujarnya.
Pratikno juga mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan setiap pembangunan memenuhi standar teknis, sehingga tidak menimbulkan risiko bencana baru.
“Jangan sampai pembangunan justru memicu risiko lain, seperti banjir atau kerusakan akibat struktur yang tidak sesuai standar,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berpusat di laut pada kedalaman 33 kilometer, dipicu aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BMKG juga mencatat sempat terjadi kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah, seperti Halmahera Barat, Bitung, dan Minahasa Utara, meski peringatan tsunami telah diakhiri.
Guncangan kuat dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Kota Ternate, yang menyebabkan kepanikan warga. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya Gedung KONI Sario di Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida R. menyebutkan, setidaknya tiga provinsi terdampak, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Hingga pukul 09.50 WIB, tercatat 48 gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5.
BMKG terus memantau perkembangan situasi dengan menerjunkan tim ke lapangan serta memasang alat pemantau tambahan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali ke dalam rumah.
“Kami mengimbau warga memeriksa struktur bangunan terlebih dahulu. Jika masih ada kerusakan, sebaiknya tidak langsung masuk,” ujar Plt Direktur Seismologi Teknik BMKG A. Fachri Radjab.
Warga juga diminta hanya mengakses informasi resmi guna menghindari penyebaran kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK