Buka konten ini

BATAM (BP) – Berkedok kapal ikan dan mematikan sistem deteksi di tengah laut, sindikat penyelundupan daging ilegal mencoba menembus perairan Kepulauan Riau. Aksi itu digagalkan Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri setelah menemukan puluhan ton daging ilegal yang diduga berasal dari luar negeri.
Informasi yang diperoleh Batam Pos menyebutkan, kapal pembawa daging ilegal tersebut diamankan pada Jumat (23/1) dini hari saat melintas di perairan Kepulauan Riau. Kapal diketahui berangkat dari Singapura dan sempat singgah di wilayah Moro, Kabupaten Karimun.
Saat ini, dua kapal yang diduga terlibat, yakni KM Sukses Raya dan KM Sukses Abadi 02, telah bersandar di Pelabuhan Sekupang. Kedua kapal berbendera Indonesia dan bercat biru itu tiba pada Senin (26/1) dini hari. Sebagian muatan kapal sudah tidak berada di dalam palka karena lebih dulu diamankan petugas Subdit Indagsi. Untuk mengelabui aparat, pelaku menggunakan dokumen pengangkutan hasil laut seolah-olah kapal membawa ikan. Bahkan, selama pelayaran, sistem Automatic Identification System (AIS) kapal sengaja dimatikan di tengah laut guna menghindari pelacakan.
“Dari awal disebut membawa ikan. Namun saat diperiksa, muatannya justru daging dalam jumlah besar,” ungkap sumber Batam Pos.
Selain daging, petugas juga menemukan barang ilegal lain berupa sepeda serta puluhan karung balpres di dalam muatan kapal. Total terdapat dua kapal yang diduga terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut.
Rencananya, daging ilegal itu akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Sumatra, dengan tujuan akhir Pekanbaru dan Jambi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, daging-daging tersebut berasal dari Brasil dan beberapa negara lain. Seluruhnya tidak dilengkapi dokumen karantina maupun perizinan resmi. Jenis daging yang diangkut berupa daging beku, di antaranya daging sapi, daging ayam, dan daging babi.
Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Syaputra, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Namun, penyidik masih mendalami jaringan dan peran masing-masing pihak yang terlibat.
“Benar, ada pengungkapan penyelundupan daging. Saat ini masih dalam proses pengembangan.
Keterangan lebih lengkap akan kami sampaikan saat rilis resmi,” ujar Paksi.
Hingga kini, penyidik terus menelusuri asal-usul barang, jalur distribusi, serta dugaan keterlibatan jaringan penyelundupan lintas negara dalam kasus tersebut. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK