Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan pembangunan 12 stasiun pompa untuk mengatasi banjir di sejumlah titik rawan. Kehadiran stasiun pompa ini diharapkan dapat mempercepat aliran air saat hujan deras, sehingga genangan cepat surut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, pembangunan rumah pompa merupakan hasil identifikasi titik banjir yang telah dilakukan bersama BP Batam.
“Identifikasi sudah selesai, dan salah satu rekomendasi utamanya adalah membangun rumah pompa di lokasi-lokasi rawan banjir parah,” ujarnya, Rabu (13/8).
Menurut Rudi, hujan deras berdurasi singkat saja sudah dapat menyebabkan genangan di 13 wilayah Batam, di antaranya Simpang Kepri Mall, Rusun Lancang Kuning, Perumahan Cipta Regency, Baloi Permai, Kelurahan Kibing, Sei Nayon, depan Kantor Wali Kota, hingga jalur lambat Anggrek Mas.
Genangan juga kerap terjadi di Nongsa, Candi Bentar Sagulung, Dreamland, Marina, Golden Land, dan Pantai Stres Jodoh Batu Ampar.
Adapun, 12 stasiun pompa tersebut rencananya dibangun di Jodoh 1 (dekat Bintang 99; Jodoh 2 (dekat Hotel Pacific); Jodoh 3 (dekat Pasar Induk); Jodoh 4 (dekat DC Mall); Baloi (dekat RS Awal Bros); Bengkong 1 (dekat Kantor Camat); Bengkong 2 (Cahaya Garden); Simpang Kepri Mall; Panbil; Sungai Beduk; Kawasan Industri Sekupang; dan Marina. Pembangunan tahap pertama difokuskan di kawasan Pasar Induk Jodoh, yang selama ini menjadi langganan banjir parah.
“Pengerjaan sedang berjalan, dan akan dilanjutkan ke lokasi-lokasi lainnya sesuai prioritas,” jelasnya.
Seperti diketahui, salah satu keluhan warga Batam saat hujan deras adalah banjir di sejumlah titik. Yang terbaru, hujan deras pada Senin pagi (11/8) memicu banjir, longsor, dan genangan di sejumlah wilayah. Kawasan Batuampar menjadi salah satu yang terparah terdampak, sementara Batuaji dan Sagulung ikut dilanda genangan yang mengganggu lalu lintas.
Di Batuampar, air menggenangi jalan hingga permukiman. Kendaraan yang nekat menerobos genangan banyak yang mogok di tengah jalan, memicu kemacetan panjang di beberapa titik. “Kendaraan nekat menerobos, akhirnya mati mesin di tengah banjir. Itu yang bikin macet panjang,” kata Adi, warga Batuampar.
Di Jalan Duyung, Sei Jodoh, dan Jalan Yos Sudarso, genangan air bahkan mencapai atas mata kaki orang dewasa. Pengendara motor terpaksa mendorong kendaraan yang mati mesin. Ada yang menepi untuk menguras air dari knalpot, ada pula yang menunggu bantuan.
Selain membangun stasiun pompa, Pemko Batam juga melakukan normalisasi saluran air yang tersumbat dan penanaman pohon di wilayah minim resapan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir akibat berkurangnya ruang terbuka hijau imbas pesatnya pembangunan kota.
“Target kami, 12 stasiun pompa ini menjadi garda terdepan penanggulangan banjir. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis banjir di Batam bisa dikendalikan,” kata Rudi. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK