Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi pelajar di seluruh jenjang pendidikan. Program ini menyasar sekitar 200 ribu siswa aktif dari tingkat SD hingga SMA sederajat di seluruh Batam.
Kepala Dinkes Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyebut PKG merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.
Di sisi lain, program ini juga menjadi implementasi salah satu misi prioritas Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat layanan kesehatan dasar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Di Batam, program ini sudah kami mulai sejak Juli dengan target seluruh siswa aktif, dari usia 7 hingga 17 tahun,” ujar Didi, Kamis (24/7).
Pelaksanaan dilakukan secara bertahap. Dinkes menggandeng Dinas Pendidikan dan seluruh puskesmas di setiap kecamatan untuk menyukseskan kegiatan ini. Pemeriksaan tak hanya menyasar siswa baru, tetapi juga siswa aktif yang sudah lama bersekolah.
Salah satu lokasi pelaksanaan PKG adalah wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung. Pada Kamis (24/7), kegiatan berlangsung di dua sekolah, yakni SD Batam International Islamic School (BIIS) dan SD Negeri 010 Tanjung Buntung. Sebanyak 716 siswa diperiksa pada tahap awal.
Plt Kepala Puskesmas Tanjung Buntung, dr. Nazia Helni, menyampaikan, pemeriksaan bertujuan mendeteksi potensi gangguan kesehatan fisik dan mental sejak dini.
“Jika ditemukan kondisi kurang sehat, akan segera kami tindak lanjuti agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius,” katanya, didampingi Kasubbag TU Rozie Zurfi Chadra.
Ia mencontohkan, siswa yang memiliki riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis (TBC) akan langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.
“TB ini menular dan bisa menjadi penyakit serius jika tidak ditangani sejak dini,” ujarnya.
Adapun total sasaran PKG Anak Sekolah di wilayah Puskesmas Tanjung Buntung mencapai 14.029 siswa. Mereka tersebar di 16 SD, 8 SMP, dan 10 SMA. Pemeriksaan dilakukan sesuai panduan Kementerian Kesehatan RI. Jenis pemeriksaan meliputi kesehatan mata, telinga, gigi, tekanan darah, serta tes hemoglobin (Hb) dan gula darah jenjang SMP dan SMA.
Tes kebugaran fisik juga dilakukan, berupa lari sejauh 1 km untuk siswa SD dan 1,6 km untuk jenjang SMP dan SMA. Pelaksanaannya dilakukan oleh guru PJOK masing-masing sekolah. Namun, tidak semua siswa diwajibkan ikut. Sebelumnya, orang tua diminta mengisi kuesioner riwayat kesehatan anak untuk menentukan kelayakan siswa dalam mengikuti tes kebugaran.
“Misalnya, anak dengan riwayat asma tidak kami ikutkan demi menjaga keselamatan,” ujar dr. Nazia.
Sebelum pelaksanaan, puskesmas menyosialisasikan program ke sekolah-sekolah sasaran. Setelah itu, kuesioner dibagikan kepada orang tua. Data dikumpulkan oleh petugas kesehatan sekolah, kemudian disusun jadwal pemeriksaan yang disepakati bersama sekolah.
Hasil pemeriksaan akan direkap oleh petugas puskesmas. Siswa yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan akan dirujuk ke Puskesmas Tanjung Buntung untuk penanganan lebih lanjut. Jika diperlukan, siswa juga dapat dirujuk ke rumah sakit.
Seluruh data hasil pemeriksaan dicatat dalam aplikasi e-Puskesmas sebagai rekam medis digital, lalu diunggah ke laman Satu Sehat milik Kementerian Kesehatan sebagai bagian sistem integrasi data kesehatan nasional.
“Kami sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Batam dan pihak sekolah atas dukungannya. Koordinasi berjalan sangat baik, termasuk dalam penyesuaian jadwal kegiatan belajar dengan pelaksanaan PKG,” kata dr. Nazia.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan juga disampaikan kepada pihak sekolah, agar sekolah dapat membantu menyampaikan informasi kepada orang tua.
“Misalnya, jika ada siswa mengalami gangguan penglihatan, sekolah bisa mengimbau orang tua agar membawa anaknya ke fasilitas kesehatan dan membuatkan kacamata,” pungkasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK