Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Pemerintah membuka peluang untuk mengikutsertakan rumah modular cerdas berbasis net zero emissions (NZE) dalam program pembangunan 3 juta rumah.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam peluncuran Netro di Jakarta.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) meluncurkan Netro (Smart Net-Zero Growing Modular House System), sebuah inovasi hunian modular yang memadukan konstruksi modular industrial-based, teknologi energi pintar, dan prinsip NZE dalam satu sistem rumah.
“Kami terbuka untuk saling memberikan dukungan. Pemerintah, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), memiliki program pembangunan rumah rakyat di desa maupun kota,” ujar AHY dalam sambutannya.
Terkait porsi rumah modular dalam program pembangunan 3 juta rumah, AHY menyebut akan mendorong Kementerian PKP untuk berkoordinasi dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk guna membahas lebih lanjut potensi dan prospeknya.
“Saya akan dorong Kementerian PKP duduk bersama teman-teman WIKA, untuk mempelajari potensi dan dampaknya bagi masyarakat. Semua harus dihitung dengan matang,” katanya.
Menurut AHY, rumah modular cerdas berbasis NZE menjadi solusi atas tantangan perubahan iklim, pemanasan global, dan upaya pencapaian target NZE Indonesia pada tahun 2060.
“Ini sistem rumah yang kami harapkan bisa menjawab tantangan ke depan. Baik krisis iklim, pemanasan global, maupun target NZE 2060,” ungkapnya.
Ia juga berharap konsep rumah ramah lingkungan ini dapat dikembangkan lebih luas sebagai bagian dari solusi mengatasi backlog perumahan di Indonesia.
“Pemerintah bersama WIKA dan pemangku kepentingan lainnya perlu memperkuat kolaborasi, regulasi, serta menghadirkan pembiayaan berkelanjutan untuk program rumah rakyat. Kita masih menghadapi persoalan backlog perumahan,” ujar AHY.
WEGE secara resmi memulai penjualan rumah modular Netro mulai dari harga Rp300 jutaan. Produk ini hadir dalam empat tipe, yakni 33, 49, 93, dan 129, yang semuanya dirancang dapat tumbuh mengikuti kebutuhan ruang dan gaya hidup penghuninya.
Versi perdana Netro dirancang untuk dibangun di atas lahan seluas 105 meter persegi dengan lebar minimum 7 meter.
Berkat metode konstruksi modular, waktu pembangunan rumah ini bisa lebih cepat hingga 60 persen dibanding rumah konvensional.
Netro juga dilengkapi ventilasi alami maksimal, smart-wall untuk kontrol energi dan kualitas udara, serta panel surya.
Selain itu, hunian ini terintegrasi dengan aplikasi Greenship NZ App dari GBCI, yang memungkinkan pemantauan konsumsi energi berbasis website dan mobile.
Rumah ini diyakini akan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang membutuhkan hunian berbeda dari yang kebanyakan ada saat ini. (***)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny