Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli di Pasar Tarempa mulai meningkat. Warga tampak memadati sejumlah lapak untuk membeli kebutuhan dapur dan bahan makanan untuk persiapan hari raya.
Meski permintaan meningkat, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas dipastikan masih aman. Pedagang juga memastikan harga kebutuhan pokok sejauh ini relatif stabil.
Pantauan di Pasar Tarempa, Senin (25/5), sejumlah bahan pokok yang paling banyak dicari masyarakat yakni bawang merah, bawang putih, cabai, hingga santan kelapa. Permintaan mulai meningkat sejak akhir pekan lalu.
Salah seorang pedagang, Yanti, mengatakan stok bahan pokok di lapaknya masih mencukupi karena pasokan baru saja masuk dari luar daerah.
“Barang kita masih banyak, baru datang semua dari Jumat kemarin. Kita sediakan barang baru,” ujarnya.
Menurut Yanti, harga kebutuhan pokok menjelang Iduladha belum mengalami lonjakan signifikan. Kondisi itu didukung lancarnya distribusi barang melalui transportasi laut menuju Anambas.
“Masih stabil harga, kalau ada yang naik pun cuma sedikit, sekitar Rp3 ribu,” katanya.
Saat ini, bawang merah dijual Rp25 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp27 ribu per kilogram. Untuk cabai merah dijual Rp90 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp110 ribu per kilogram.
Meski harga cabai tergolong tinggi, kondisi tersebut dinilai masih normal untuk wilayah kepulauan seperti Anambas.
Selain bahan dapur, stok beras juga masih tersedia di sejumlah toko dan lapak pedagang. Beras premium merek Citra Mandiri dijual Rp22 ribu per kilogram, sementara beras dengan harga lebih murah seperti merek Raja Padang dijual sekitar Rp17 ribu per kilogram.
Namun demikian, beberapa merek beras lain dilaporkan masih kosong akibat keterbatasan pasokan dari daerah pemasok.
“Beberapa merek beras ada yang kosong, seperti Double Coin sudah lama tak masuk lagi. Dari Batam memang enggak ada stoknya,” jelas Yanti.
Sementara itu, penjual santan dan kelapa parut di Pasar Tarempa, Adi, memastikan stok santan menjelang Iduladha juga masih aman.
“Santan masih banyak stok kita. Kelapa baru datang dari pulau,” katanya.
Adi memperkirakan puncak pembelian santan akan terjadi pada Selasa (26/5), saat masyarakat mulai menyiapkan berbagai masakan khas Iduladha seperti gulai dan rendang.
Meski begitu, ia memastikan tetap membuka lapak pada hari pertama Iduladha untuk melayani warga yang masih membutuhkan santan untuk mengolah daging kurban.
“Besok diprediksi puncak pembelian santan, tapi kami tetap buka saat hari raya untuk warga yang mau masak daging kurban,” pungkasnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY