Buka konten ini

BATAM (BP) – Proses perbaikan jalan amblas di ruas Jalan Yos Sudarso tepat di atas Underpass Pelita, Lubukbaja, terus dikebut oleh BP Batam. Hingga Senin (25/5), pengerjaan telah memasuki hari ketiga sejak dimulai pada Sabtu (23/5) lalu.
Pantauan di lokasi, aktivitas alat berat masih terlihat bekerja di titik jalan yang mengalami penurunan. Satu unit alat berat tampak melakukan pemadatan dan perataan material, sementara sebagian titik lainnya sudah mulai memasuki tahap pengaspalan ulang, khususnya pada bagian yang sebelumnya mengalami cekungan.
Meski pekerjaan terus berjalan, kondisi ruas jalan tersebut belum sepenuhnya aman dilalui secara normal. Karena itu, rekayasa lalu lintas serta pengalihan arus kendaraan masih diterapkan untuk menghindari kepadatan maupun risiko kecelakaan.
Pengendara dari arah Seraya menuju Simpang Indomobil untuk sementara dialihkan melalui jalur menuju Seipanas agar tidak melintasi area pekerjaan.
Di lokasi, tampak sejumlah petugas berjaga untuk mengatur arus kendaraan. Volume lalu lintas di ruas tersebut terpantau cukup padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, karena menjadi jalur penghubung utama kawasan Batuampar, Lubukbaja, hingga Batam Center.
Sebelumnya, kerusakan jalan di titik tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kondisi badan jalan yang bergelombang dan mengalami penurunan di area turunan menuju Simpang Indomobil. Permukaan aspal yang mencekung dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi pada malam hari.
Kondisi tersebut diperparah dengan status ruas jalan itu sebagai jalur utama kendaraan berat yang menuju kawasan pelabuhan dan industri, sehingga beban lalu lintas semakin tinggi.
Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Wulung Dahana, sebelumnya mengatakan bahwa perbaikan difokuskan pada penguatan struktur tanah dan badan jalan yang mengalami penurunan.
“Untuk saat ini, BP Batam sedang dalam proses persiapan peralatan pekerjaan dan malam ini akan langsung dimobilisasi ke lokasi,” ujarnya saat awal pengerjaan dimulai.
Ia menjelaskan, tahap awal penanganan dilakukan dengan pemasangan beton rigid sebagai penguat struktur, sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan ulang secara menyeluruh.
Wulung menegaskan, aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan kerusakan tersebut.
“Fokus utama kami adalah bagaimana menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat Kota Batam,” katanya.
BP Batam menargetkan pekerjaan perbaikan dapat selesai dalam waktu sekitar satu pekan. Selama proses berlangsung, penutupan setengah badan jalan masih diberlakukan, yang direncanakan hingga 30 Mei 2026.
Rekayasa lalu lintas diterapkan agar arus kendaraan tetap berjalan tanpa harus menutup total salah satu jalur vital di Kota Batam tersebut.
BP Batam juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek, mengurangi kecepatan, serta mengikuti arahan petugas untuk menghindari kecelakaan maupun kemacetan.
Wulung menambahkan, percepatan penanganan infrastruktur menjadi salah satu fokus kerja BP Batam sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses perbaikan berlangsung. Kami juga berharap masyarakat dapat bekerja sama agar pekerjaan selesai tepat waktu,” ujarnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO