Buka konten ini
YERUSALEM (BP) – Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Albudaiwi menekankan bahwa penyerbuan Masjid Al-Aqsa yang dilakukan seorang menteri dan sejumlah pemukim ekstremis Israel merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap situs suci umat Islam.
Aksi tersebut sekaligus mencerminkan niat pasukan penjajah untuk terus mengganggu keamanan dan stabilitas di wilayah-wilayah Palestina, katanya.
Menurut Albudaiwi, dilansir Antara, serangan berulang yang dilakukan pemukim dan pejabat Israel terhadap halaman Masjid Al-Aqsa itu meru-pakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan status quo sejarah serta hukum Yerusalem.
Ia menyoroti bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata dan terang-terangan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa, provokasi terhadap sentimen umat Islam dan juga eskalasi yang memperburuk ketegangan di kawasan.
Kondisi itu mendorong situasi ke dalam siklus kekerasan yang berkepanjangan, katanya.
Sementara itu, Kepresidenan Palestina mengecam rencana Israel memecah Jalur Gaza selatan dengan pembentukan koridor militer baru yang akan memisahkan wilayah Khan Younis dari Rafah.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (2/4) saat merespons rencana ketua otoritas pemerintahan Israel Benjamin Netanyahu membentuk “Poros Morag” di Gaza selatan yang akan seru-pa dengan Koridor Philadelphi di Gaza Utara.
Palestina memandang rencana tersebut mencerminkan “niat sesungguhnya” Israel untuk mempertahankan penjajahannya atas Gaza dan memecah teritorial Palestina.
Rencana tersebut juga melanggar hukum internasional yang menyatakan bahwa Jalur Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967.
Kepresidenan Palestina lantas mendesak komunitas internasional, khusus Dewan Keamanan PBB, untuk melakukan intervensi mendesak demi menghentikan agresi Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.
Palestina juga mendesak penarikan mundur pasukan Zionis dari Jalur Gaza dan penghantaran segera bantu-an kemanusiaan untuk meng-hentikan bencana kelaparan yang membuat Gaza semakin tak bisa dihuni.
Selain itu, otoritas Negara Palestina harus segera diberi-kan wewenang untuk melak-sanakan tanggung jawabnya terhadap Jalur Gaza supaya dapat mengimplementasikan rencana pemulihan dan rekonstruksi Gaza.
“Bisunya komunitas internasional telah mendorong pihak penjajah terus menantang hukum internasional dan melakukan tindak kejahatan terhadap rakyat dan wilayah kami,” menurut pernyataan Kepresidenan Palestina.
Palestina juga mendorong supaya “negara penjajah didesak mematuhi legitimasi internasional serta menghentikan agresi dan kejahatannya”.
Rencana Israel tersebut menjadi bagian dari perang dan genosida rezim Zionis, yang dilakukan dengan dukungan penuh Amerika Serikat, terhadap rakyat Palestina di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
“Kami akan mengambil alih kendali Poros Morag yang akan menjadi Rute Philadelphi berikutnya,” kata Netanyahu, sebagaimana diwartakan harian Yedioth Ahronoth.
Nama Poros Morag berasal dari nama sebuah permukiman Israel yang didirikan di wilayah Gaza selatan sebelum penarikan sepihak Israel dari kawasan tersebut pada 2025.
Sementara, Koridor Philadelphi adalah sebuah jalur sempit yang melintang dari pesisir Jalur Gaza hingga perbatasan Mesir yang dikuasai Israel sejak Mei 2024. (***)
Reporter : JP Group
Editor : andriani susilawati