Buka konten ini

HANOI (BP) – Polisi Vietnam membongkar salah satu kasus perdagangan daging kucing terbesar dalam beberapa tahun terakhir setelah menyelamatkan lebih dari 500 ekor kucing dari jaringan pencurian hewan peliharaan di Ho Chi Minh City.
Dalam operasi yang berlangsung selama beberapa hari, polisi menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Sedikitnya 40 kucing yang berhasil diselamatkan telah dipertemukan kembali dengan pemiliknya, sementara sejumlah lainnya dilaporkan mati akibat kondisi kesehatan yang buruk saat ditemukan.
Seperti dilansir AP melalui Kyodo, Jumat (19/6), para pelaku mengaku telah menangkap dan mengumpulkan kucing dari berbagai wilayah di Vietnam selatan selama tiga tahun terakhir.
Saat penggerebekan dilakukan, petugas menemukan sekitar 400 kucing hidup yang ditempatkan dalam 45 kandang. Polisi juga menemukan sekitar 80 bangkai kucing yang disimpan dalam kotak pendingin berisi es.
Di lokasi lain, aparat kembali menemukan sekitar 20 kucing hidup. Secara keseluruhan, jumlah hewan yang diamankan dalam operasi tersebut mencapai lebih dari 500 ekor.
Menurut hasil penyelidikan, kucing-kucing tersebut dikumpulkan dari Ho Chi Minh City, Tay Ninh, dan An Giang sebelum diduga dijual ke pasar daging kucing.
Daging kucing diketahui dijual sekitar 70.000 dong Vietnam per kilogram atau setara sekitar Rp43 ribu. Meski nilainya relatif kecil, praktik tersebut telah menimbulkan keresahan luas di kalangan pemilik hewan peliharaan.
Setelah penggerebekan, dokter hewan dan relawan berdatangan untuk merawat ratusan kucing yang berhasil diselamatkan. Sebuah tempat penampungan sementara juga dibangun di fasilitas milik Divisi Polisi Kriminal Ho Chi Minh City.
“Orang-orang yang kehilangan kucing dapat datang ke kantor polisi untuk mengidentifikasi hewan peliharaan mereka dan membantu proses penyelidikan,” ujar pejabat kepolisian Nguyen The Bao kepada surat kabar Tuoi Tre.
Organisasi perlindungan hewan Humane World for Animals menilai kasus tersebut menunjukkan besarnya skala perdagangan daging kucing di Vietnam. Organisasi itu memperkirakan ribuan kucing dicuri, diperdagangkan, dan disembelih setiap bulan di berbagai wilayah negara tersebut.
Sejumlah kucing yang berhasil diselamatkan diketahui sedang hamil. Bahkan, beberapa anak kucing lahir di bawah pengawasan polisi dan relawan selama proses penyelamatan berlangsung.
Chris Gindelhumer dari organisasi Vietnam Cat Welfare mengaku menyaksikan banyak momen emosional ketika keluarga datang mencari hewan peliharaan mereka yang telah lama hilang.
“Sangat menyentuh melihat begitu banyak keluarga Vietnam datang mencari kucing mereka. Namun juga menyedihkan karena banyak yang tidak menemukan hewan peliharaan yang dicari,” katanya.
Hingga kini konsumsi daging anjing dan kucing masih legal di Vietnam. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY