Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Puskesmas Sekupang kembali menggencarkan deteksi dini penyakit menular dan tidak menular melalui program Jumper TB (Jumat Periksa TB) dan Layanan Putus (Layanan Gabungan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular dan TB) yang digelar di Masjid Al Habib, Perumahan Pondok Pratiwi 1, RT 002/RW 010, Kecamatan Sekupang, Jumat (19/6).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, meliputi skrining obesitas, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga pemeriksaan Tuberkulosis (TB) melalui tes dahak.
Pantauan di lokasi, warga tampak berdatangan sejak pagi untuk mengikuti pemeriksaan. Petugas kesehatan dari Puskesmas Sekupang bersama kader posyandu dan kader TB melayani masyarakat secara bergantian. Sejumlah warga lanjut usia hingga ibu rumah tangga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jemput bola untuk meningkatkan cakupan deteksi dini penyakit di masyarakat, khususnya Tuberkulosis yang hingga kini masih menjadi salah satu persoalan kesehatan.
Menurut dia, program Jumper TB tidak hanya bertujuan menemukan kasus TB lebih cepat, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
”Melalui kegiatan ini kami mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Banyak warga yang belum sempat datang ke fasilitas kesehatan karena kesibukan bekerja. Dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, kami berharap kasus TB maupun penyakit tidak menular dapat ditemukan lebih dini sehingga penanganannya lebih cepat,” ujarnya.
Indriani menjelaskan, TB masih menjadi penyakit yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menular melalui udara. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan dahak sangat penting dilakukan, terutama bagi warga yang mengalami batuk berkepanjangan.
Selain skrining TB, Puskesmas Sekupang juga mengintegrasikan pemeriksaan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Langkah tersebut dilakukan mengingat angka penyakit tidak menular terus meningkat dan menjadi penyebab berbagai komplikasi kesehatan.
”Kami tidak hanya fokus pada TB, tetapi juga penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di masyarakat. Dengan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan status gizi, masyarakat dapat mengetahui faktor risiko yang dimiliki sehingga bisa segera melakukan pencegahan,” katanya.
Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah kerja Puskesmas Sekupang. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO