Buka konten ini

CHANGZHOU (BP) – Victor Lai masih menjadi momok bagi Jonatan Christie. Untuk kali kedua secara beruntun, tunggal putra Indonesia itu gagal mengatasi permainan wakil Kanada tersebut. Jojo-sapaan Jonatan- kalah 14-21, 17-21 pada perempat final China Open 2026 di Olympic Sports Center Gymnasium, Jumat (24/7).
Sebelumnya, Jonatan menyerah dari Victor pada final Indonesia Open 2026. Saat itu, Jojo kalah dalam dua gim langsung 19-21, 8-21 di Istora Senayan. Hasil di China Open membuat rekor pertemuan keduanya kini menjadi 2-0 untuk Victor.
Jojo mengakui penampilannya kali ini lebih baik dibanding saat bertemu di Jakarta. Meski belum berhasil memetik kemenangan, dia merasa sudah mampu menerapkan pola permainan yang diinginkan dalam beberapa momen pertandingan.
“Pertama bersyukur dulu. Puji Tuhan walaupun kalah tapi ya ini terbaik yang saya lakukan,” ujar Jojo.
Menurut unggulan keempat itu, Victor merupakan pemain muda yang memiliki kualitas lengkap. Permainan tenang dipadukan dengan pertahanan rapat membuat lawannya sulit ditembus.
“Saya melihat Victor Lai salah satu pemain muda yang sangat baik. Saya rasa dia bisa jadi pemain yang bagus juga ke depan, terlihat dari cara dia bermain yang tenang, sabar, dan defense-nya juga solid. Juga variasi pukulannya cukup baik,” tegasnya.
Jojo mengungkapkan, pola permainan yang diterapkannya sebenarnya beberapa kali berhasil. Namun, setiap kali kehilangan momentum, Victor mampu mengubah arah pertandingan.
Dari dua pertemuan terakhir, Jojo menilai konsistensi menjadi faktor yang masih membedakan dirinya dengan Victor. Pebulu tangkis Kanada itu mampu menjaga level permainan sekaligus memanfaatkan setiap celah yang muncul.
Karena itu, dia harus mencari formula yang tepat untuk mengakhiri dominasi Victor atas dirinya.
“Masih mencari cara yang tepat untuk menang dari dia. Tapi, sedikit lebih belajar dari yang kemarin di Indonesia Open.
Dan tadi (kemarin, red) juga sedikit sudah bisa mengeluarkan permainan yang baik juga. Tapi memang di momen-momen yang break itu, jaga fokusnya yang belum konsisten,” ungkapnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
