Buka konten ini

BATAM (BP) – Batam resmi memasuki babak baru dalam peta olahraga internasional dengan menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Putra 2026. Untuk pertama kalinya, kota industri tersebut dipercaya menggelar dua turnamen basket 3×3 paling bergengsi di dunia yang akan berlangsung di Alun-alun Engku Putri, Batam Centre, pada 23–26 Juli 2026.
Kepercayaan dari Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) ini menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi Batam, tetapi juga bagi Indonesia. Turnamen tersebut sekaligus menandai semakin kuatnya posisi Batam sebagai destinasi penyelenggaraan ajang olahraga bertaraf internasional.
Ajang ini bukan sekadar memperebutkan gelar juara. Para peserta juga akan berburu poin peringkat dunia sekaligus tiket menuju seri berikutnya dalam rangkaian FIBA 3×3 World Tour, kompetisi basket 3×3 tertinggi di dunia.
Ketua Badan 3×3 Perbasi Pusat, Nani Soer Budimansyah, mengatakan Batam kini menjadi salah satu mata rantai penting dalam kalender kompetisi internasional FIBA. Menurutnya, kualitas peserta yang hadir menunjukkan bahwa turnamen tersebut berada pada level tertinggi basket 3×3 dunia.
“Nomor satu dan nomor dua dunia ada di sini. Jadi ini benar-benar ajang internasional,” kata Nani, Selasa malam (21/7).
Pada kategori Women’s Series yang berlangsung pada 23–24 Juli, publik akan disuguhkan persaingan para pebasket putri terbaik dunia. Tim peringkat pertama dunia asal Ulaanbaatar, Mongolia, dipastikan tampil bersama tim peringkat kedua dunia dari Prancis.
Selain dua kekuatan utama tersebut, persaingan juga akan diramaikan oleh Tim Nasional Putri Indonesia yang akan menghadapi tim-tim tangguh dari Belanda, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, dan Filipina. Kehadiran negara-negara tersebut menjadikan Batam sebagai pusat perhatian pencinta basket 3×3 dunia selama empat hari penyelenggaraan.
Persaingan tidak kalah sengit akan tersaji pada kategori FIBA 3×3 Challenger Putra yang berlangsung pada 25–26 Juli. Serbia, tim peringkat pertama dunia sekaligus peraih medali emas Olimpiade, dipastikan turun bertanding menghadapi tim peringkat kedua dunia asal Miami, Amerika Serikat.
Indonesia sendiri menurunkan tiga wakil terbaiknya, yakni Waisai, Ambon, dan Balige, yang diharapkan mampu memberikan perlawanan sekaligus mencuri poin penting di hadapan publik sendiri.
Secara keseluruhan, sebanyak 32 tim dari 21 negara akan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Sebagian peserta bahkan telah tiba lebih awal di Batam untuk menjalani sesi latihan resmi, sedangkan tim lainnya dijadwalkan datang menjelang pertandingan. Seluruh kontestan juga akan mengikuti technical meeting di Harris Hotel Batam Center sebelum kompetisi resmi dimulai.
Ketua Perbasi Kepulauan Riau yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi, memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan hampir rampung. Hingga Selasa (21/7), kesiapan arena pertandingan telah mencapai sekitar 95 persen dan lapangan berstandar FIBA 3×3 sudah digunakan para peserta untuk berlatih.
“Seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Arena pertandingan sudah bisa digunakan untuk latihan resmi sehingga para atlet dapat beradaptasi dengan kondisi lapangan sebelum bertanding,” ujarnya.
Pertandingan hari pertama dijadwalkan dimulai pukul 11.30 WIB dan berlangsung hingga malam hari. Panitia menyediakan sekitar 800 kursi penonton, termasuk 200 kursi VIP, agar masyarakat dapat menyaksikan langsung aksi para pebasket dunia.
Tiket dijual secara bertahap dengan harga yang relatif terjangkau, yakni mulai Rp30 ribu untuk sesi awal, Rp50 ribu pada sesi berikutnya, serta Rp75 ribu hingga Rp100 ribu untuk pertandingan semifinal dan final.
Selain memperebutkan poin peringkat dunia, para peserta juga akan bersaing memperebutkan total hadiah sekitar USD20 ribu yang sepenuhnya disediakan oleh FIBA.
Suhadi berharap penyelenggaraan FIBA 3×3 menjadi momentum besar bagi Batam dan Kepulauan Riau untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism di Indonesia maupun Asia Tenggara.
Menurutnya, keberhasilan menjadi tuan rumah ajang basket kelas dunia akan membuka peluang hadirnya lebih banyak kejuaraan internasional dari berbagai cabang olahraga pada masa mendatang. Dampaknya diharapkan tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam 2026 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Dengan hadirnya para atlet terbaik dari berbagai belahan dunia, Batam tidak hanya menjadi arena persaingan para pebasket elite, tetapi juga mempertegas eksistensinya sebagai kota yang semakin siap menggelar event olahraga internasional sekaligus memperkenalkan pesona Kepulauan Riau kepada dunia. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
