Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 terus menunjukkan progres positif. Hingga pertengahan Juli, pendataan telah mencapai sekitar 35 persen dari total target sekitar 197 ribu unit usaha yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama, mengatakan pelaksanaan sensus sejauh ini berjalan sesuai dengan perencanaan. Respons masyarakat juga dinilai cukup baik sehingga petugas tidak menghadapi kendala berarti di lapangan.
”Hasil monitoring kami di lapangan, progres Sensus Ekonomi 2026 masih on the track sesuai perencanaan awal,” kata Resa, Senin (13/7).
Ia menjelaskan, seluruh rumah tangga maupun pelaku usaha akan didatangi petugas secara bertahap. Karena itu, masyarakat diimbau menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang benar sesuai kondisi sebenarnya.
Menurut Resa, partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan sensus karena hasil pendataan akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
”Kami tetap melakukan monitoring secara berkala guna memastikan kualitas data Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kepri mengerahkan 1.589 petugas yang bertugas di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.
Sebanyak 197 ribu unit usaha menjadi sasaran pendataan. Pendataan tersebut mencakup seluruh skala usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar yang masih aktif beroperasi.
Selain pelaku usaha konvensional, sensus juga menyasar masyarakat yang menjalankan usaha dari rumah, pedagang keliling, hingga pelaku usaha berbasis digital, seperti kreator konten di TikTok maupun platform digital lainnya yang memperoleh penghasilan dari aktivitas usahanya.
Resa menambahkan, BPS juga menerapkan berbagai inovasi untuk memastikan kualitas dan ketepatan pelaksanaan sensus, salah satunya melalui penggunaan dashboard pemantauan yang memungkinkan kinerja petugas lapangan dipantau secara real time. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY