Buka konten ini

BATAM (BP) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengoptimalkan sektor olahraga sebagai salah satu penggerak pariwisata melalui penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026. Turnamen sepak bola usia dini bertaraf internasional itu diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembinaan talenta muda, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism di kawasan Asia Tenggara.
Festival yang akan berlangsung sepanjang Agustus 2026 tersebut diproyeksikan menghadirkan peserta dari empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Kehadiran para atlet, pelatih, ofisial, hingga keluarga peserta diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan posisi geografis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan strategis untuk menggelar berbagai agenda olahraga berskala internasional.
Menurutnya, Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 bukan sekadar kompetisi sepak bola usia dini, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun citra Batam sebagai kota tujuan wisata olahraga sekaligus memperluas promosi daerah di tingkat regional.
“Kami mengapresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan persahabatan antarnegara, sekaligus mendorong pertumbuhan wisata olahraga dan melahirkan bibit-bibit muda sepak bola Batam yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Amsakar.
Ia berharap penyelenggaraan turnamen internasional tersebut mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Batam. Meningkatnya jumlah kunjungan peserta dan wisatawan diperkirakan akan berdampak langsung pada tingkat hunian hotel, aktivitas restoran, jasa transportasi, hingga peningkatan pendapatan para pelaku UMKM.
Rangkaian Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 akan diawali dengan Batam Grassroot Football Festival kategori U-8, U-10, dan U-12 yang digelar pada 7–9 Agustus 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal. Kompetisi tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang unjuk kemampuan bagi pesepak bola usia dini.
Selanjutnya, Batam Grassroot Football International akan berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas dengan menghadirkan tim-tim dari berbagai negara peserta. Turnamen ini diharapkan menjadi panggung bagi pemain muda untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional sejak usia dini.
Puncak rangkaian kegiatan akan digelar melalui Batam International Football Series pada 22–23 Agustus 2026. Turnamen ini akan mempertemukan empat klub, yakni Batam Premier FC, Garuda Yaksa FC, Singapore FC, dan Johor FC, yang diperkirakan menjadi magnet utama bagi pencinta sepak bola di Batam dan sekitarnya.
Salah satu daya tarik utama turnamen adalah kehadiran Garuda Yaksa FC, klub binaan Presiden Prabowo Subianto yang dikelola oleh Wakil Manajer sekaligus Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis.
Menurut Fary, partisipasi Garuda Yaksa FC diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memberikan inspirasi bagi para pemain muda Batam untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
“Semakin menambah daya tarik penyelenggaraan turnamen ini dan diharapkan mampu menginspirasi lahirnya generasi baru pesepak bola Indonesia, khususnya di Batam,” kata Fary.
Melalui penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, BP Batam berharap olahraga dapat menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain memperkuat pembinaan sepak bola usia dini, ajang ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi Batam untuk semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism yang mampu menarik wisatawan mancanegara secara berkelanjutan. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
