Buka konten ini

BEGITU duduk di bench, engkel kanan Kylian Mbappe langsung dikompres. Bomber sekaligus kapten timnas Prancis itu memang tengah mengalami cedera.
Itu terjadi saat Les Blues -julukan timnas Prancis- menang 2-0 atas Maroko di Stadion Gillete, Boston, Amerika Srikat, kemarin pagi. Di laga babak perempat final itu, Mbappe tidak bermain penuh.
Dia digantikan oleh Jean-Philippe Mateta di menit 77. Lantas, bagaimana kondisi bomber 27 tahun tersebut? Dilansir dari Bein Sports, Mbappe dalam kondisi baik.
“Itu cuma cedera engkel ringan. Tapi saya baik-baik saja. Menurut saya, Jean-Philippe Mateta tampil lebih baik daripada saya, serta lebih siap dalam melanjutkan sisa pertandingan,” kata pemain yang mendapat julukan baru, Mobut, tersebut.
Artinya, Mbappe kemungkinan besar tetap bisa tampil di babak semifinal. “Tidak ada istirahat sampai kemenangan tiba. Meski kami sudah masuk ke babak semifinal, tapi jalan (untuk juara) masih panjang. Kami tahu laga berikutnya akan jauh lebih sulit, tapi kami siap menghadapi siapapun,” tegas Mbappe.
Sebelum diganti, Mbappe sempat gagal mengeksekusi penalti. Tapi, Dia kemudian membayar kegagalan itu dengan mencetak gol perdana Prancis di menit 60. Total, dia sudah mengemas delapan gol dalam Piala Dunia 2026. Tambahan satu gol tersebut membuat Mbappe kini hanya terpaut satu gol dari Messi yang masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 21 gol.
Laga melawan Maroko juga menjadi penampilan ke-20 Mbappe di Piala Dunia. Ia menjadi pemain termuda yang mencapai angka tersebut. Mbappe sekaligus menyamai rekor Hugo Lloris sebagai pemain Prancis dengan jumlah penampilan terbanyak di ajang Piala Dunia.
Ouahbi Anggap Gol Pertama Prancis Ilegal
Kinerja wasit di Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan. Kekecewaan itu kemarin dilontarkan pelatih Maroko Mohamed Ouahbi. Dia mengklaim, kalau gol pembuka Prancis seharusnya dianulir. Ouahbi bersikeras bahwa terjadi handball dalam proses terciptanya gol Kylian Mbappe, yang benar-benar mengganggu fokus para pemainnya selama pertandingan penting di Boston tersebut.
Ouahbi pun mengkritik wasit Facundo Tello karena membiarkan gol pembuka Prancis tersebut. Padahal, menurutnya, gelandang Prancis, Adrien Rabiot, secara aktif menyentuh bola dengan tangan sebelum bola direbut oleh Mbappe, yang kemudian menendangnya ke gawang Maroko.
“Gol itu berasal dari sedikit… bola yang dibagi, beberapa orang berhenti karena mereka melihat handball. Itu memang handball, saya tidak tahu apakah seharusnya dianulir atau tidak, saya tidak tahu,’’ kata Ouahbi seperti dikutip ESPN.
Meskipun merasa dirugikan oleh gol pembuka Les Bleus, Ouahbi tetap memuji kualitas luar biasa yang dimiliki Prancis. Ia juga mencatat peningkatan performa kolektif para pemainnya, terutama mengenai ketenangan mereka dalam penguasaan bola sepanjang babak kedua pertandingan.
“Kita harus mengakui bahwa kita bermain melawan tim yang sangat bagus. Kami banyak menderita di babak pertama, dan Bounou melakukan penyelamatan hebat pada penalti. Di babak kedua, kami bertahan lebih baik dan, yang terpenting, kami lebih tenang dengan bola,’’ paparnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO