Buka konten ini

DI tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup modern, dunia desain menghadapi tantangan besar: bagaimana menciptakan produk indah tanpa memperbesar dampak lingkungan.
Jawaban atas tantangan tersebut mulai banyak ditemukan melalui konsep desain sirkular, yakni pendekatan yang mengutamakan penggunaan kembali material, mengurangi limbah, dan memperpanjang nilai sebuah produk.
Salah satu contoh menarik hadir melalui proyek Beyond Leather, sebuah kolaborasi antara perusahaan kulit premium Elmo Leather dan studio kreatif berbasis Madrid, TetuánCrea.
Proyek ini mengeksplorasi bagaimana sisa material kulit dapat diubah menjadi produk baru yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsi, salah satunya melalui rancangan lampu dekoratif.
Mengubah Sisa Kulit Menjadi Karya Bernilai
Kulit merupakan material yang telah digunakan manusia selama berabad-abad karena daya tahannya yang tinggi.
Berbeda dengan banyak material sintetis yang mudah rusak, kulit asli memiliki karakter unik berupa tekstur, warna, pola serat, dan ketidaksempurnaan alami yang membuat setiap bagian memiliki identitas tersendiri.
Namun, industri kulit juga menghadapi tantangan terkait limbah produksi. Potongan kecil kulit yang tersisa sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal.
Melalui Beyond Leather, material tersebut tidak dianggap sebagai sisa produksi, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.
Para desainer mengeksplorasi berbagai teknik pemotongan, penyusunan lapisan, permainan warna, hingga ketegangan material untuk menciptakan objek baru dengan karakter visual yang berbeda.
Dari Material Kulit Menjadi Lampu Artistik
Biasanya digunakan untuk pelapis furnitur, tas mewah, atau interior kendaraan, kulit dalam proyek ini mendapatkan fungsi baru sebagai elemen pencahayaan. Potongan-potongan kulit disusun menjadi struktur lampu. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO