Buka konten ini

BINTAN (BP) – Nelayan asal Bintan, Septua Gesman Daeli, 42, berhasil diselamatkan setelah semalaman hanyut di laut akibat mesin pompong yang ditumpanginya rusak dan tali jangkar putus di Perairan Teluk Sebong.
Warga Kampung Bugis, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara itu ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat di Perairan Pulau Putus, Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (7/7) sekitar pukul 13.37 WIB.
Rekan korban, Masdar, mengatakan peristiwa itu bermula saat Septua berangkat memancing menggunakan pompong pada Senin (6/7) sore.
Sekitar pukul 23.15 WIB, saat berada di perairan Teluk Sebong dekat kawasan Hotel Melia, mesin pompong tiba-tiba mati dan tidak dapat dihidupkan kembali.
”Mesin pompongnya tidak bisa dihidupkan lagi,” kata Masdar.
Situasi semakin sulit setelah tali jangkar pompong putus pada Selasa (7/7), sehingga korban bersama perahunya terus terbawa arus dan menjauh dari lokasi semula.
Masdar mengaku sempat berniat menjemput korban menggunakan perahu lain. Namun, kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat upaya tersebut urung dilakukan. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban.
”Takut korban bersama pompongnya hanyut makin jauh, jadi kami meminta bantuan Pangkalan PLP. Kami bersama Pangkalan PLP langsung melakukan pencarian di laut,” ujarnya.
Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban melalui Koordinator Operasi, Alfaizul, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan kapal patroli KN P.547 beserta tim penyelamat setelah menerima laporan. ”KN P.547 bertolak dari Dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban untuk melakukan operasi gabungan bersama TNI AL, Polri, dan Basarnas guna mempercepat proses pencarian,” katanya.
Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan di sekitar Perairan Pulau Putus pada pukul 13.37 WIB.
”Korban tampak kelelahan setelah terombang-ambing di laut. Tim SAR langsung memastikan kondisi kesehatannya baik,” ujar Alfaizul.
Usai dievakuasi, kapal patroli KN P.547 menarik pompong milik korban menuju Dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban. Korban bersama pompongnya tiba di dermaga sekitar pukul 14.45 WIB dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Alfaizul mengimbau para nelayan agar selalu memeriksa kondisi mesin kapal sebelum melaut, memperhatikan prakiraan cuaca, serta melengkapi alat keselamatan guna meminimalkan risiko saat beraktivitas di laut. (*)
Laporan: SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY