Buka konten ini

SEBANYAK 464 calon murid jenjang SD dan SMP di Kota Tanjungpinang belum lolos pada proses awal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Namun, mereka tetap tertampung, di mana Dinas Pendidikan akan mencarikan sekolah alternatif.
Mayoritas peserta tidak lolos karena gagal memenuhi persyaratan pada proses verifikasi maupun kalah bersaing dalam seleksi sesuai kuota.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, sebanyak 359 calon murid SMP dan 105 calon murid SD belum diterima pada tahap awal SPMB.
Sekretaris Disdik Kota Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, mengatakan sebagian besar peserta yang belum lolos berasal dari jalur domisili. Mereka mendaftar ke sekolah yang berada di luar radius domisili sehingga tidak memenuhi ketentuan seleksi.
”Ada juga dari jalur prestasi. Calon murid belum lolos karena proses seleksi dilakukan berdasarkan pemeringkatan sesuai kuota yang tersedia,” kata Novi, Selasa (7/7).
Untuk memastikan seluruh anak tetap memperoleh layanan pendidikan, Disdik akan mengalihkan calon murid yang belum diterima ke sekolah-sekolah yang masih memiliki daya tampung, terutama yang berada di lokasi terdekat dengan domisili mereka.
Menurut Novi, saat ini masih tersedia lebih dari 1.000 kursi kosong pada jenjang SD maupun SMP negeri di Kota Tanjungpinang.
Ia menambahkan, orang tua tidak perlu melakukan pendaftaran ulang. Sekolah akan menghubungi langsung orang tua calon murid yang belum diterima untuk proses penempatan di sekolah lain.
”Kami berharap sebelum tahun ajaran baru dimulai seluruh siswa sudah mendapatkan kepastian tempat belajar,” ujarnya. Disdik Tanjungpinang sebelumnya telah menyiapkan Rencana Daya Tampung (RDT) sebanyak 3.388 kursi di 15 SMP negeri dan 3.400 kursi untuk jenjang SD. ”Kami pastikan semua murid dapat tertampung di sekolah, karena daya tampung yang disiapkan masih mencukupi,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY