Buka konten ini
PRANCIS (BP) – Sebanyak 12.000 warga dievakuasi setelah kebakaran hutan yang melanda Departemen Pyrenees-Orientales, Prancis selatan, terus meluas hingga Selasa (7/7). Otoritas setempat mengerahkan sekitar 800 petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan api yang telah menghanguskan ribuan hektare lahan.
Stasiun televisi BFMTV melaporkan, kebakaran yang terjadi di Komune Trevillach memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Hingga kini, api masih belum berhasil dipadamkan. Prefek setempat menyebut kebakaran telah melalap sekitar 4.900 hektare lahan.
”Kami berharap dapat mengendalikan kebakaran secepat mungkin, tetapi saya rasa kami tidak akan bisa melakukannya hari ini mengingat kondisi cuaca masih sama seperti kemarin,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pyrenees-Orientales, Kolonel Eric Belgioino.
Kondisi cuaca yang sangat panas disertai angin kencang membuat upaya pemadaman semakin sulit. Saat ini, tingkat risiko kebakaran hutan berstatus sangat tinggi di tiga departemen dan tinggi di 61 departemen lainnya di Prancis.
Di saat yang sama, pemerintah juga menetapkan status peringatan gelombang panas tingkat oranye di 61 departemen. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 35 hingga 38 derajat Celsius, bahkan mencapai 41 derajat Celsius di wilayah barat daya Prancis.
Badan Meteorologi Nasional Prancis memperkirakan gelombang panas akan terus berlangsung hingga akhir pekan, sehingga meningkatkan potensi munculnya titik-titik kebakaran baru.
Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, mengatakan luas lahan yang terbakar sejak awal musim kebakaran tahun ini telah mencapai hampir 14.500 hektare.
”Hampir 14.500 hektare lahan telah terbakar sejak awal musim ini, hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu,” katanya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY