Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Gangguan pasokan air bersih kembali terjadi di Kota Batam setelah pipa distribusi utama di kawasan Piayu, Kecamatan Seibeduk, dilaporkan mengalami kebocoran pada Kamis pagi (2/7). Insiden tersebut mengakibatkan tekanan air menurun hingga penghentian sementara aliran air di sejumlah kawasan permukiman dan area industri.
Sesaat setelah menerima laporan, petugas Air Batam Hilir (ABH) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Hingga Kamis siang, proses perbaikan masih berlangsung.
Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, membenarkan adanya gangguan pada jaringan distribusi tersebut. Menurutnya, kebocoran terdeteksi sejak pagi dan tim teknis segera bergerak untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
”Benar, terjadi kebocoran pipa di kawasan Piayu pagi ini. Saat ini tim teknis sudah berada di lokasi dan sedang melakukan proses perbaikan,” kata Ginda saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).
Akibat kebocoran tersebut, sejumlah wilayah mengalami penurunan tekanan air hingga penghentian pasokan sementara. Kawasan yang terdampak meliputi Rusun Piayu, Perumahan GNP, Tanjungpiayu, Permata Asri, Pasar Pancur, serta kawasan industri di Pancur dan sekitarnya.
Hingga kini, penyebab kebocoran pipa masih dalam pemeriksaan. Menurut Ginda, proses investigasi teknis dilakukan bersamaan dengan pekerjaan perbaikan jaringan di lapangan.
Ia memastikan Air Batam Hilir berupaya mempercepat proses perbaikan agar distribusi air dapat kembali normal secepat mungkin. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada estimasi resmi mengenai waktu penyelesaian pekerjaan.
”Target penyelesaian secepatnya. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan yang terdampak,” ujarnya.
Gangguan distribusi air di kawasan Piayu bukan kali pertama terjadi. Kondisi tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran warga, terutama di kawasan permukiman padat dan sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan air bersih secara berkelanjutan.
Air Batam Hilir mengimbau pelanggan yang terdampak untuk memanfaatkan sisa air yang masih tersedia secara bijak serta menghemat penggunaan air hingga proses perbaikan selesai dan distribusi kembali normal. (***)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO