Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Warga Perumahan Gesya Paradise, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, kembali mendesak agar akses jalan utama menuju kawasan permukiman segera diperbaiki dan diaspal. Selama sekitar lima tahun terakhir, kondisi jalan tersebut rusak parah dan berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali hujan turun sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Keluhan itu kembali mengemuka karena hingga kini belum ada perbaikan permanen. Selain menyulitkan pengguna jalan, kerusakan tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur.
Menanggapi hal itu, Staf Legal PT Gesya Group, Hendra Nainggolan, mengatakan persoalan akses jalan tersebut telah dibahas bersama pihak pengembang, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kelurahan.
Menurut Hendra, pada tahap awal pembangunan kawasan, pihak pengembang telah membuka akses jalan dan melakukan pengerasan menggunakan material bauksit agar dapat dilalui masyarakat.
”Awalnya jalan itu kami buka dan lakukan pengerasan menggunakan bauksit sehingga kondisinya sudah cukup baik. Namun seiring berjalannya waktu, banyak perumahan dan perusahaan yang berkembang di kawasan tersebut,” ujar Hendra, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan, jalan yang kini dipersoalkan warga merupakan right of way (ROW) atau ruang milik jalan yang berstatus sebagai aset pemerintah. Karena itu, menurutnya, kewenangan pembangunan maupun peningkatan jalan berada di tangan pemerintah daerah.
”Kalau melihat statusnya, ini merupakan ROW pemerintah. Seharusnya perbaikan dilakukan oleh pemerintah. Kami juga masih menunggu realisasi dari pemerintah, karena sebelumnya sudah dilakukan pengukuran di lokasi,” katanya.
Hendra menambahkan, hasil pembahasan tersebut telah disampaikan kepada warga sehingga situasi di lingkungan perumahan saat ini tetap kondusif sambil menunggu realisasi perbaikan.
”Sudah kondusif, dan warga sudah mengetahui adanya rencana perbaikan dari pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Riski, berharap hasil pembahasan antara pemerintah dan pihak pengembang segera diwujudkan dalam bentuk perbaikan di lapangan.
Menurutnya, yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah kepastian agar akses jalan yang telah lama rusak tidak terus menghambat aktivitas masyarakat.
”Kalau memang pemerintah yang akan memperbaiki, kami berharap segera dilakukan.
Yang penting ada kepastian, karena jalan ini sudah lama rusak dan sangat mengganggu aktivitas warga setiap hari,” kata Riski. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO