Buka konten ini

GRESIK (BP) – Kawasan pergudangan Prambanan Bizland, Kabupaten Gresik, mendadak gempar. Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jatim berhasil menggerebek gudang logistik yang menyimpan 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabinoid) senilai fantastis: Rp 4 triliun.
Selain menyita barang bukti jumbo yang dikemas dalam puluhan kardus dan 79 koper di empat kontainer tersebut, petugas juga menciduk 12 orang anggota sindikat narkotika jaringan internasional Thailand-Malaysia-Indonesia.
“Tim gabungan berhasil mengamankan 12 orang terduga pelaku yang saat ini masih dalam pendalaman dan pemeriksaan intensif,” kata Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dalam konferensi pers di Gresik, Kamis (2/7).
Para tersangka memiliki peran dan latar belakang profesi yang beragam. Mulai dari pengusaha jasa transportasi, pengurus perusahaan, sopir truk, pegawai kargo, oknum petugas pelabuhan, hingga seorang warga negara (WN) China yang diduga berperan sebagai pemilik gudang di Gresik.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa bisnis haram ini dikendalikan oleh dua warga negara asing dari luar negeri. Mereka adalah CKF alias L (WN Malaysia) dan ZL alias J (WN China).
“Saat ini masih ada satu DPO (buron) warga negara Malaysia dan dua pelaku lainnya dari Thailand yang sedang kami buru,” ucap mantan Wakapolda Metro Jaya tersebut.
Suyudi menegaskan bahwa keberhasilan operasi bersama (joint operation) ini merupakan bagian dari strategi memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara. Pihaknya berjanji tidak akan berhenti pada level kurir dan penyedia gudang lokal.
“Kami akan mengejar para WNA pengendali ini sampai ketemu dan akan kami bawa ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucap Suyudi. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : FISKA JUANDA