Buka konten ini

GAZA (BP) – Masyarakat Tahanan Palestina (Palestinian Prisoner’s Society/PPS) menyatakan pasukan Israel kembali menangkap enam siswa Palestina yang sedang mengikuti ujian nasional sekolah menengah atau Tawjihi.
Dengan penangkapan terbaru itu, jumlah siswa yang ditahan sejak sebelum pelaksanaan ujian bertambah menjadi 71 orang.
Dalam keterangannya pada Kamis (2/7), PPS menyebut dua siswa yang baru ditangkap adalah Diaa Abdel Fattah Jawabra, 18, dari Kamp Pengungsi Al-Arroub dan Amr Osama Rabay’a, 18, dari Jenin.
Menurut PPS, Diaa ditangkap setelah pasukan Israel menggerebek rumah keluarganya pada Rabu dini hari.
Dalam penggerebekan tersebut, rumah beserta isinya dilaporkan mengalami kerusakan, sementara anggota keluarga juga mendapat perlakuan kekerasan.
Sementara itu, Amr ditahan setelah aparat Israel menggerebek rumah keluarganya di Jenin.
PPS menilai penangkapan terhadap siswa Tawjihi merupakan bagian dari kebijakan yang secara sistematis membatasi hak pelajar Palestina untuk memperoleh pendidikan dan menyelesaikan studi mereka.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina, sebanyak 65 siswa Tawjihi telah ditahan sebelum ujian nasional dimulai. Setelah enam penangkapan terbaru, jumlah siswa yang ditahan meningkat menjadi 71 orang.
PPS juga menyebut gelombang penangkapan di wilayah Tepi Barat yang diduduki terus meningkat sejak pecahnya perang di Gaza dan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk para pelajar. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY