Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga diwujudkan melalui layanan kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam menggelar khitanan massal gratis bagi 100 anak dari keluarga duafa dalam rangkaian Gebyar Muharram yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sei Beduk, Minggu (28/6).
Sejak pagi, puluhan anak bersama orang tua mereka memadati lokasi kegiatan. Meski sempat terlihat gugup menunggu giliran, wajah mereka berubah lega setelah menjalani proses khitan yang ditangani tenaga medis profesional dari Klinik Rumah Sehat Baznas Kota Batam.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Batam, Masrum, mengatakan seluruh peserta merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori asnaf atau golongan penerima zakat. Karena itu, seluruh biaya pelaksanaan, mulai dari tindakan medis, obat-obatan, hingga pelayanan kesehatan, ditanggung sepenuhnya oleh Baznas.
“Melalui program ini kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh layanan khitan yang aman, berkualitas, dan tanpa dipungut biaya. Anggaran yang disiapkan berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu untuk setiap anak,” ujarnya.
Menurut Masrum, khitanan massal menjadi salah satu wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Dana yang dipercayakan kepada Baznas tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat langsung.
Ia menjelaskan, Baznas Kota Batam memiliki lima program unggulan sebagai pedoman pendistribusian zakat agar manfaatnya dapat menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Program Batam Takwa berfokus pada penguatan syiar Islam, pembinaan umat, serta pemberdayaan dai di wilayah hinterland. Sementara Batam Cerdas diarahkan untuk membantu biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Di bidang kesehatan, Batam Sehat memberikan bantuan biaya pengobatan, kepesertaan BPJS Kesehatan, hingga bantuan transportasi dan akomodasi bagi pasien yang harus menjalani rujukan ke luar daerah maupun luar negeri namun terkendala biaya.
Adapun Batam Makmur ditujukan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik melalui bantuan pengembangan usaha sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan secara bertahap keluar dari garis kemiskinan. Sedangkan Batam Peduli difokuskan pada bantuan kemanusiaan, penanganan bencana, serta bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan kami, zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kegiatan sosial lainnya,” kata Masrum.
Khitanan massal tersebut menjadi salah satu agenda sosial dalam Gebyar Muharram BKMT Kecamatan Sei Beduk yang dipimpin Ketua BKMT Sei Beduk, Syarifah Normawati. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, bersama Ketua Pengurus Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang.
Selain khitanan massal, Gebyar Muharram juga diisi dengan pawai, lomba selawat, lomba khutbah Jumat, serta penyerahan santunan kepada anak yatim. Kehadiran pemerintah daerah, majelis taklim, dan Baznas dalam satu kegiatan menjadi wujud kolaborasi untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Masrum berharap sinergi tersebut terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat zakat secara langsung. Ia menegaskan, seluruh proses pengelolaan zakat di Baznas Kota Batam, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan, dilaksanakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga. Kami terus berupaya agar setiap dana zakat yang dititipkan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang berhak menerimanya,” tuturnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO