Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Puskesmas Botania terus menggencarkan pelaksanaan program Topikal Aplikasi Fluor (TAF) bagi siswa sekolah di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Hingga kini, sebanyak 5.994 siswa telah mendapatkan layanan tersebut dari total sasaran 13.560 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA.
Kepala Puskesmas Botania, drg. Fauzi Nuristianto, mengatakan saat ini pihaknya memprioritaskan penyelesaian target untuk siswa sekolah dasar sebelum program diperluas ke jenjang pendidikan lainnya.
“Program ini masih terus berjalan dan kami saat ini fokus menyelesaikan target untuk siswa sekolah dasar,” ujarnya.
Menurut Fauzi, TAF merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk menekan risiko gigi berlubang pada anak. Program tersebut dilakukan melalui pengolesan fluoride langsung pada permukaan gigi guna memperkuat lapisan enamel.
“Tujuannya agar lapisan enamel gigi menjadi lebih kuat sehingga tidak mudah mengalami kerusakan,” katanya.
Ia menjelaskan, fluoride bekerja memperkuat struktur email gigi sehingga lebih tahan terhadap serangan asam yang dihasilkan bakteri di dalam rongga mulut. Dengan kondisi enamel yang lebih kuat, risiko terjadinya karies atau gigi berlubang dapat ditekan sejak usia dini.
Selain mencegah karies, TAF juga membantu mengurangi sensitivitas gigi yang kerap dialami sebagian anak.
“Program ini tidak hanya mencegah kerusakan gigi, tetapi juga membantu menjaga kenyamanan anak saat makan maupun minum,” ungkapnya.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan mendatangi sekolah-sekolah di Kelurahan Belian. Tim kesehatan Puskesmas Botania memberikan pelayanan langsung kepada siswa sesuai jadwal yang telah disusun bersama pihak sekolah.
“Kami turun langsung ke sekolah agar seluruh sasaran dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Fauzi mengatakan, program TAF dijadwalkan berlangsung hingga bulan depan. Pihaknya optimistis jumlah siswa yang menerima layanan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya kegiatan di sejumlah sekolah.
“Kami berharap target yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai jadwal,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut juga membutuhkan dukungan dari sekolah dan orang tua. Menurutnya, edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi perlu terus dilakukan agar anak terbiasa menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini.
“Peran orang tua sangat penting untuk membiasakan anak menyikat gigi dengan benar setiap hari,” tuturnya.
Selain mengikuti program TAF, Fauzi mengimbau para siswa untuk menyikat gigi sedikitnya dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
“Pencegahan akan lebih efektif apabila dibarengi dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.
Melalui program TAF, Puskesmas Botania berharap angka kejadian karies pada anak usia sekolah di Kelurahan Belian terus menurun. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO