Buka konten ini

BATAM (BP) – Deretan hari libur panjang sepanjang Mei 2026 membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Batam. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mencatat lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui berbagai pintu internasional di kota tersebut.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana, mengatakan jumlah kedatangan warga negara asing (WNA) selama Mei 2026 mencapai 166.619 orang. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
“Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan April yang tercatat sebanyak 111.903 orang. Bahkan, kunjungan pada Mei menjadi yang tertinggi sepanjang Januari hingga Mei 2026,” ujar Kharisma, Kamis (25/6).
Berdasarkan data Imigrasi Batam, jumlah kedatangan WNA pada Januari mencapai 123.868 orang, Februari 126.010 orang, Maret 110.916 orang, dan April 111.903 orang. Dengan demikian, terjadi kenaikan hampir 49 persen pada Mei dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Kharisma, lonjakan tersebut dipengaruhi tingginya mobilitas wisatawan selama periode libur panjang yang berlangsung sepanjang Mei. Meningkatnya jumlah hari libur dimanfaatkan banyak wisatawan asing, terutama dari negara-negara tetangga, untuk berkunjung ke Batam.
Dari sisi negara asal, wisatawan asal Singapura masih mendominasi jumlah kunjungan dengan total 72.340 orang selama Mei. Posisi berikutnya ditempati Malaysia sebanyak 64.964 orang.
Sementara itu, wisatawan asal China tercatat sebanyak 6.583 orang, India 6.250 orang, dan Filipina 3.170 orang.
“Lima besar negara asal WNA yang masuk ke Batam tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Singapura masih menjadi penyumbang terbesar, disusul Malaysia, China, India, dan Filipina,” kata Kharisma.
Tingginya arus kedatangan wisatawan asing menjadi tantangan tersendiri bagi pelayanan keimigrasian di pelabuhan internasional Batam. Namun, Imigrasi Batam mengaku telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak akhir 2024 untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang.
Salah satunya dengan menambah jumlah konter pemeriksaan keimigrasian serta menyiapkan konter cadangan yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan arus penumpang.
Selain itu, fasilitas autogate juga diperbanyak guna mempercepat proses pemeriksaan dokumen perjalanan dan mengurangi antrean penumpang.
Di Pelabuhan Internasional Batam Centre, misalnya, saat ini tersedia lima autogate untuk keberangkatan dan lima autogate untuk kedatangan. Fasilitas tersebut dinilai efektif mempercepat proses pemeriksaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.
“Di Pelabuhan Batam Centre sekarang sudah tersedia lima autogate keberangkatan dan lima autogate kedatangan. Fasilitas ini sangat membantu petugas dalam mengurai antrean penumpang,” ujarnya.
Menurut Kharisma, berbagai langkah yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Antrean panjang yang sebelumnya kerap terjadi saat musim liburan kini berangsur berkurang.
Arus penumpang di pelabuhan internasional utama, seperti Batam Centre dan Harbour Bay, dinilai jauh lebih tertata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Sekarang kita bisa melihat antrean penumpang sudah jauh lebih baik. Tidak lagi terjadi penumpukan seperti sebelumnya, baik di Pelabuhan Batam Centre maupun Harbour Bay,” katanya.
Lonjakan kunjungan wisatawan asing pada Mei 2026 menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Batam. Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Batam diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata dan pintu gerbang internasional utama di wilayah barat Indonesia. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO