Buka konten ini
BATAM (BP) – Antusiasme masyarakat untuk bepergian selama masa libur sekolah membuat seluruh tiket kapal penumpang PT Pelni (Persero) untuk sejumlah rute favorit dari Batam habis terjual. Bahkan, kuota tiket non-seat yang biasanya menjadi alternatif bagi calon penumpang juga telah ludes dibeli melalui kanal resmi perusahaan.
Kepala Operasional PT Pelni Cabang Batam, Mulyadi, memastikan seluruh kuota tiket yang tersedia saat ini sudah habis terjual melalui sistem penjualan daring. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran calo yang mengaku masih memiliki stok tiket dan menjualnya dengan harga jauh di atas tarif resmi.
“Benar, tiket sudah habis terjual dan tidak tersedia lagi di internet,” kata Mulyadi, Kamis (25/6).
Ia menjelaskan, tiket tujuan Belawan untuk keberangkatan 28 Juni, 5 Juli, dan 12 Juli 2026 yang dipasarkan melalui aplikasi Pelni Mobile telah habis terjual. Kondisi serupa juga terjadi pada seluruh kuota non-seat yang sempat dibuka beberapa hari terakhir.
“Untuk tujuan Belawan, tiket keberangkatan tanggal 28 Juni, 5 Juli, dan 12 Juli sudah habis dijual di aplikasi Pelni Mobile. Itu termasuk tiket non-seat yang tersedia,” ujarnya.
Selain rute Batam–Belawan, tiket kapal tujuan Tanjung Priok untuk keberangkatan 1 Juli 2026 juga dilaporkan telah habis terjual.
Tingginya permintaan perjalanan laut selama musim liburan sekolah membuat tiket kapal cepat terserap pasar. Kondisi ini kemudian memunculkan isu adanya praktik pemborongan tiket oleh calo untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi kepada masyarakat.
Namun, Mulyadi membantah adanya penimbunan tiket oleh pihak tertentu. Menurut dia, seluruh proses penjualan dilakukan secara transparan melalui sistem online sehingga peluang terjadinya praktik tersebut sangat kecil.
“Jangan percaya dengan iming-iming calo. Tiket non-seat juga kami jual secara online sejak beberapa hari lalu sampai sekitar pukul 08.00 WIB dan semuanya sudah habis terjual,” tegasnya.
Meski seluruh kuota reguler telah habis, Pelni Batam saat ini masih menyisakan sekitar 20 tiket yang diperuntukkan bagi kebutuhan darurat atau kondisi mendesak di lapangan.
Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan permohonan tambahan kuota non-seat kepada Pelni pusat untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang belum mendapatkan tiket.
“Kami sedang meminta tambahan non-seat ke Pelni pusat. Walaupun jumlahnya sangat terbatas, setidaknya bisa menjadi cadangan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.
Mulyadi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan transaksi dengan pihak yang tidak memiliki kewenangan menjual tiket. Selain berisiko membayar lebih mahal, calon penumpang juga berpotensi menjadi korban penipuan atau memperoleh tiket yang tidak valid.
“Jika memang tiket sudah habis, jangan mudah tergiur dengan janji para calo tiket yang mengaku bisa membantu mendapatkan tiket karena berpotensi merugikan,” ujarnya.
Terkait kemungkinan penambahan kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur sekolah, Mulyadi mengatakan langkah tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Perhubungan dan Pelni pusat.
“Untuk penambahan atau perbantuan kapal, dipersilakan pemerintah daerah, dalam hal ini Wali Kota Batam, untuk bersurat ke Jakarta, baik ke Kementerian Perhubungan maupun Pelni pusat,” katanya.
Tingginya permintaan tiket pada musim liburan sekolah tahun ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang terus meningkat, terutama pada rute Batam–Belawan yang menjadi jalur utama perjalanan warga menuju Sumatera Utara.
Salah seorang calon penumpang tujuan Medan, Andi, mengaku kesulitan mendapatkan tiket meski telah beberapa kali mencoba melakukan pemesanan secara daring.
“Saya sudah cek berkali-kali, tapi tiketnya memang sudah habis semua. Harapannya ada tambahan non-seat dari Pelni karena saya harus pulang menemui keluarga saat liburan sekolah ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Siti, calon penumpang tujuan Belawan. Menurut dia, kapal laut masih menjadi moda transportasi yang paling terjangkau dibandingkan transportasi udara.
“Kalau bisa ditambah non-seat. Banyak masyarakat yang masih membutuhkan tiket untuk pulang kampung atau urusan keluarga. Kalau harus naik pesawat, biayanya jauh lebih mahal,” katanya.
Pelni berharap masyarakat tetap menggunakan kanal resmi dalam pembelian tiket serta mengikuti informasi terbaru terkait kemungkinan penambahan kuota non-seat yang saat ini masih diajukan kepada kantor pusat. (***)
Reporter : AZIS MAULANA – RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO