Buka konten ini

BEIJING (BP) – Pemerintah Tiongkok menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pasar bagi perusahaan penanaman modal asing di tengah ketidakpastian dan dinamika ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang saat membuka Forum Ekonomi Summer Davos ke-17 pada Rabu (24/6).
“Terlepas dari perubahan situasi internasional, pintu Tiongkok akan terbuka lebih lebar,” kata Li.
Menurutnya, pemerintah akan terus memperluas peluang investasi bagi perusahaan asing, menerapkan perlakuan yang setara bagi investor domestik maupun asing, serta menciptakan iklim usaha yang semakin kompetitif.
“Kami akan terus memperluas akses pasar bagi perusahaan penanaman modal asing, menerapkan sepenuhnya perlakuan nasional terhadap perusahaan penanaman modal asing, dan terus menciptakan lingkungan bisnis kelas satu,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Li menggambarkan kondisi perekonomian Tiongkok saat ini dengan empat kata kunci, yakni stabilitas, inovasi, kekuatan, dan keterbukaan.
Ia menilai kebijakan keterbukaan ekonomi tetap menjadi pilihan strategis Tiongkok di tengah meningkatnya tren unilateralisme dan proteksionisme di berbagai negara.
Li juga menyoroti sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah, termasuk penerapan tarif nol persen bagi 63 negara mitra dagang.
Selain itu, Tiongkok tetap mempertahankan posisinya sebagai importir terbesar kedua di dunia selama 17 tahun berturut-turut.
Menurut Li, integrasi Tiongkok dengan perekonomian global bukanlah kebijakan jangka pendek, melainkan strategi pembangunan yang konsisten dan sejalan dengan arah perkembangan dunia.
“Integrasi Tiongkok dengan dunia bukan langkah sementara, tetapi langkah strategis sesuai dengan tren sejarah dan filosofi pembangunan negara,” ujarnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY