Buka konten ini

BINTAN (BP) – Perjalanan pulang kerja yang seharusnya menjadi rutinitas biasa berubah menjadi mimpi buruk bagi D, 24, seorang karyawati hotel di kawasan Lagoi. Perempuan asal Kampung Belak, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan itu menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Ekang, Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (16/6) dini hari. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi.
Kapolsek Bintan Utara AKP Jul Ilham mengatakan, berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu bermula saat korban pulang dari tempat kerjanya di kawasan Lagoi pada Senin (15/6) malam.
Dalam perjalanan menuju rumah, korban menyadari dirinya diikuti oleh seorang pengendara sepeda motor. Namun, korban tidak menaruh curiga hingga tiba di lokasi kejadian yang relatif sepi.
Sesampainya di kawasan Ekang, pelaku mendekati korban dan langsung menendangnya sebanyak dua kali.
”Tendangan pertama tidak membuat korban jatuh. Setelah itu pelaku kembali menendang korban hingga terjatuh,” ujar Jul, Selasa (23/6).
Akibat tendangan kedua, korban terlempar ke jalan sementara sepeda motornya masuk ke semak-semak di pinggir jalan. Tidak berhenti sampai di situ, pelaku kemudian menganiaya korban menggunakan sepatu yang dikenakannya hingga korban sempat kehilangan kesadaran.
Beberapa saat kemudian, korban tersadar. Dalam kondisi luka parah dan tubuh lemas, ia berusaha mencari pertolongan dengan berjalan kaki menuju rumah kerabat terdekat.
”Korban berjalan lalu berhenti, kemudian berjalan lagi. Jaraknya kurang lebih satu kilometer sampai akhirnya tiba di rumah kerabatnya,” kata Jul.
Sekitar pukul 03.00 WIB, korban mengetuk pintu rumah kerabat tersebut. Melihat kondisi korban yang mengalami luka serius di bagian wajah, keluarga segera membawanya ke RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Karena luka yang dideritanya cukup berat, korban kemudian dirujuk ke RSAL Tanjungpinang.
”Korban harus menjalani operasi karena mengalami luka di bagian wajah dan belakang kepala,” ujarnya.
Setelah menjalani perawatan intensif, kondisi korban berangsur membaik dan kini telah diperbolehkan pulang.
Polisi hingga saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengaku tidak memiliki persoalan dengan siapa pun dan tidak mengenali pelaku yang menyerangnya.
”Yang masih diingat korban hanya sepatu boat yang digunakan pelaku. Itu saja yang sempat terlihat,” kata Jul.
Menurut dia, dugaan sementara kasus tersebut murni penganiayaan karena tidak ada barang milik korban yang hilang.
”Kami masih mendalami kasusnya untuk mengetahui motif dan mengidentifikasi pelakunya,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY