Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Puskesmas Tiban Baru mencatat sejarah sebagai puskesmas pertama di Kota Batam yang melaksanakan pencanangan dan deklarasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB). Deklarasi yang melibatkan Kelurahan Tiban Baru dan Kelurahan Tiban Lama itu menjadi langkah awal untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis pada 2030.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow kesehatan dan deklarasi tersebut berlangsung di Auditorium Institut Teknologi Batam (ITEBA), Selasa (16/6). Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Batam yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yusfa Hendri serta Dinas Kesehatan Kota Batam yang diwakili dr Agnes Sintalia Saing.
Kepala Puskesmas Tiban Baru, dr Hilda Insyafri, mengatakan deklarasi tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendampingi pasien TB hingga sembuh.
“Kelurahan Tiban Baru dan Tiban Lama difasilitasi oleh Puskesmas Tiban Baru. Sebenarnya seluruh Kota Batam sudah memiliki SK terkait Desa atau Kelurahan Siaga TB, namun deklarasi ini merupakan yang pertama dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan Kelurahan Siaga TB bertujuan memastikan kader di lapangan dapat menjalankan fungsi pendampingan secara optimal, mulai dari investigasi kontak hingga mendampingi pasien selama menjalani pengobatan.
Kader yang dilibatkan pun bukan kader Posyandu seperti yang selama ini dikenal masyarakat, melainkan kader khusus TB yang menjadi bagian dari struktur Desa atau Kelurahan Siaga.
“Target utama kami adalah pendampingan. Kader akan membantu melakukan investigasi kontak, memantau pasien yang sedang menjalani pengobatan, hingga memastikan pasien menyelesaikan pengobatan sampai sembuh,” katanya.
Selain deklarasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batam, Meldasari, menegaskan bahwa TB bukan penyakit yang harus ditakuti atau disembunyikan. Menurut dia, penyakit tersebut dapat dicegah dan disembuhkan apabila ditangani secara tepat dan pasien disiplin menjalani pengobatan.
“Jangan memberikan stigma negatif kepada pasien TB. Penyakit ini bisa dicegah dan bisa disembuhkan. Yang terpenting adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” ujarnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO