Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Rencana relokasi pedagang UMKM di kawasan Gurindam 12 memasuki tahap verifikasi. Sebanyak 294 pedagang yang telah mendaftar akan diseleksi terlebih dahulu untuk memastikan hanya pedagang aktif yang dipindahkan ke lokasi baru.
Verifikasi dilakukan karena kapasitas lokasi relokasi yang disiapkan pemerintah terbatas. Selain memastikan status pedagang, proses ini juga bertujuan menyesuaikan jumlah pelaku UMKM dengan daya tampung lokasi yang tersedia.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Irwan Yacub, mengatakan verifikasi dilakukan terhadap seluruh pendaftar yang tercatat dalam program penataan kawasan Gurindam 12.
Menurut dia, pemerintah tidak hanya mengacu pada data pendaftaran terbaru, tetapi juga menggunakan basis data pedagang yang telah dihimpun bersama instansi terkait sejak 2023 hingga 2025.
”Kita ingin memastikan bahwa mereka yang mendaftar memang benar-benar berjualan, bukan hanya mendaftar tetapi tidak beraktivitas di lapangan,” ujar Irwan, Selasa (16/6).
Ia menyebutkan, selama masa pendataan yang berlangsung pada 8 hingga 11 Juni lalu, tercatat 294 pelaku UMKM mendaftarkan diri untuk mengikuti program relokasi.
”Secara keseluruhan jumlah pendaftar mencapai 294 orang. Data inilah yang saat ini sedang kita verifikasi,” katanya.
Selain proses verifikasi, kesiapan lokasi relokasi juga menjadi perhatian pemerintah. Saat ini, dua lokasi yang disiapkan untuk menampung para pedagang adalah Anjung Cahaya dan Melayu Square.
Namun, daya tampung kedua lokasi tersebut terbatas. Karena itu, pemerintah akan mencocokkan hasil verifikasi dengan kapasitas lahan yang tersedia agar penempatan pedagang dapat dilakukan secara proporsional.
”Kita akan menyesuaikan antara data hasil verifikasi dengan ketersediaan lahan di lokasi relokasi. Jangan sampai terjadi ketidaksesuaian yang menyebabkan lokasi menjadi over kapasitas,” ungkapnya.
Irwan menambahkan, apabila jumlah pedagang yang dinyatakan memenuhi syarat melebihi kapasitas lokasi yang telah disiapkan, Pemko Tanjungpinang akan membahas kemungkinan penambahan titik relokasi.
”Jika kapasitas yang tersedia tidak mencukupi, tentu akan ada diskusi lebih lanjut antara Pemerintah Kota dan pihak terkait mengenai kemungkinan penambahan titik relokasi baru,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY