Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah Kota Batam terus menggencarkan pelebaran Jalan Raja Isa, ruas jalan yang selama ini dikenal sempit, bergelombang, dan kerap menjadi titik kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Untuk proyek tersebut, Pemko Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,9 miliar. Pelebaran dilakukan sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer, mulai dari Simpang Lampu Merah Kalista hingga Simpang Lampu Merah KDA di kawasan Kepri Business Centre (KBC).
Ruas ini merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan Batam Center dengan sejumlah permukiman, perkantoran, serta kawasan bisnis.
Pantauan Batam Pos, Minggu (14/6), pekerjaan pelebaran masih berlangsung. Sejumlah alat berat tampak dikerahkan di beberapa titik untuk melakukan pengerukan dan penataan badan jalan guna menambah kapasitas ruas tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Merta Dinata, mengatakan proyek tersebut merupakan lanjutan dari program peningkatan kapasitas jalan yang dilakukan Pemko Batam di kawasan Batam Center.
“Penambahan lajur dilakukan di sisi kiri dan kanan jalan, dari Simpang Kalista hingga Lampu Merah KDA,” kata Merta.
Ia menjelaskan, pada proyek ini masing-masing sisi jalan ditambah sekitar 3,5 meter. Dengan penambahan tersebut, kapasitas jalan diharapkan meningkat dan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi.
“Panjang pekerjaan kurang lebih 1.420 meter dengan total anggaran Rp14,9 miliar,” ujarnya.
Selama ini, Jalan Raja Isa menjadi salah satu ruas yang paling sering dikeluhkan masyarakat.
Selain lebar jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan harian, permukaan jalan di sejumlah titik juga bergelombang sehingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Saat jam pulang kerja, antrean kendaraan kerap terjadi baik dari arah Simpang Kalista menuju KDA maupun sebaliknya. Kondisi tersebut semakin terasa seiring bertambahnya jumlah kendaraan serta berkembangnya kawasan permukiman dan pusat usaha di sepanjang koridor jalan tersebut.
Pelebaran yang tengah dikerjakan saat ini merupakan tahap lanjutan dari proyek sebelumnya yang telah diselesaikan Pemko Batam.
Pelebaran Rampung, Trotoar Masih Jadi PR
Sebelumnya, ruas Jalan Raja Isa dari Simpang Bank Indonesia hingga Simpang Lampu Merah Kalista telah lebih dulu diperlebar dan kini sudah dapat digunakan masyarakat.
“Pelebaran dari Simpang Bank Indonesia hingga Lampu Merah Kalista sudah selesai dan sudah bisa dilalui pengendara,” kata Merta.
Meski demikian, pada ruas yang telah rampung tersebut belum dilengkapi fasilitas pedestrian atau trotoar bagi pejalan kaki.
Merta mengakui, kebutuhan trotoar menjadi salah satu pekerjaan rumah yang masih harus diperhatikan dalam pengembangan infrastruktur jalan ke depan.
“Pelebaran jalannya sudah selesai, tetapi penambahan fasilitas pedestrian memang masih perlu ditindaklanjuti,” ujarnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : MUHAMMAD NUR