Buka konten ini

BINTAN (BP) – Tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, mulai diangkut petugas kebersihan, Kamis (11/6) pagi. Sampah yang sebelumnya meluber hingga ke badan jalan perlahan dibersihkan dan dimuat ke dalam truk pengangkut.
Sebelumnya, kondisi tempat pembuangan sementara (TPS) di beberapa lokasi sempat dikeluhkan warga karena sampah menumpuk selama berminggu-minggu dan menimbulkan bau menyengat.
Koordinator Satgas Kebersihan Kecamatan Bintan Utara, Misyanto, mengakui penanganan sampah sempat terkendala dalam beberapa hari terakhir.
“Satu dari tiga truk pengangkut sampah mengalami kerusakan pada bagian casis. Satu truk lainnya belum bisa dioperasikan karena belum memiliki kartu BBM subsidi,” ujarnya.
Menurut Misyanto, selama ini pengangkutan sampah dari Tanjunguban menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kijang mengandalkan dua unit truk dengan volume angkutan mencapai sekitar 10 ton per hari.
“Biasanya kami melakukan empat trip per hari, pagi dan siang. Namun kalau cuaca kurang mendukung, seperti hujan, biasanya hanya tiga trip,” katanya.
Selain keterbatasan armada, pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Lintas Barat ke Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban juga menjadi kendala tersendiri.
Jika sebelumnya jarak tempuh menuju TPA sekitar 74 kilometer, kini bertambah menjadi sekitar 92 kilometer.
“Kalau pulang pergi sudah hampir 180 kilometer. Kadang-kadang truk baru kembali ke Tanjunguban saat malam hari,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya menargetkan seluruh tumpukan sampah yang sempat menggunung dapat terangkut dalam waktu tiga hari ke depan.
“Insha Allah tiga hari selesai, sehingga tidak ada lagi penumpukan sampah seperti kemarin,” ujarnya.
Sebelumnya, warga Tanjunguban mengeluhkan kondisi sampah yang menumpuk di sejumlah TPS, terutama di Jalan Nipah dan Jalan Bhakti Praja. Selain mengganggu pemandangan, tumpukan sampah juga menimbulkan bau busuk yang menyengat.
Salah seorang warga, Aril, mengatakan sedikitnya terdapat tiga titik TPS yang mengalami penumpukan cukup parah.
“Rasanya sudah sekitar empat minggu terjadi penumpukan sampah. Baunya sudah sangat menyengat,” keluhnya.
Ia menduga keterlambatan pengangkutan sampah dipengaruhi pengalihan jalur menuju TPA di Kecamatan Bintan Timur yang membuat jarak tempuh armada semakin jauh.
Aril berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Jangan sampai sampah menumpuk terlalu lama karena sangat mengganggu warga,” katanya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY